Bismillah..
Semua aku mulai dengan memuji Rabbku. Segala puji bagi Allah yang
telah menciptakan kecintaan kepadaNya sebagai bukti ketaatan dan ketundukan
seorang hamba kepadaNya. Mahasuci Allah yang membolak balikan hati kemudian
menetapkan hati tersebut agar selalu berada dalam ketaan padaNya. Mahasuci
Allah yang yang melebihkan orang yang mencintaiNya, mencintai Rosul dan
kitabNya dari pada seluruh pencinta. Atas cintalah Allah memberikan fitrah
kepada makhluq makhluqnya. Dengan cintalah jiwa manusia mendapat keberuntugan
karena mendapat harapan yang besar berupa terhindar dari keinasaan dan
menjadikan hidupnya tertuju pada satu titik penghambaan yang sempurna kepada
Rabbnya. Dengan cinta juga seorang hamba bisa merengguk kelezatan iman, karena
ridho kepada Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai
rosul.
Aku bersaksi bahwa tiada illah yang berhaq disembah dengan benar
melainkan Allah semata. Tidak ada sekutu baginya. Baginya kesempurnaaan
Rububiyyah, Uluhiyyah dan Asma`wa siffah. Semua itu dibuktikan seorang hamba
dengan memasrahkan diri karena bentuk kecintaan kepadanya, mengakui dan
mensyukuri nikmatnya, mengharapkan rahmat dan ampunanNya, pasrah kepada daya
dan upayaNya, hanya berlindung dan bermuara kepadaNya, dan tidak beralih dari
penyembahan kepada selainNya.
Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba da rosulNya. Beliau
adalah sebaik baik makhluqnya, diutus untuk menyeru kepada iman, mengajak ke
syurga, dan menuntun ke jalan yang lurus.Menyeru kepada yang ma`ruf dan
mencegah kepada yang mungkar. Kehinaan bagi siapa saja yang berani melanggar
perintahnya dan menambah nambahkan syariat yang dibawa olehnya. Tidak ada
harapan untuk mengharapka pahala yang melimpahdan keselamatan dari adzab yang
pedih kecuali bagi orang yang mengikuti jejak dibelakang beliau.
Sobat, semua dari kita makhluq yang Allah berikan cinta pada jiwa
jiwa kita. Dan jiwa akan merasakan betapa manisnya cinta jika jiwa kita
mengalirkan cinta ini mermuara pada satu titik kemuliaan yaitu cinta yang
tertuju pada Ar-Rohman. Dengan apa ini diwujudkan? Ya! Dengan taqwa! Yaitu
menjadikan dirimu selalu berusaha untuk memenuhi segala perintahnya dengan
mentaatnya dalam segala betuk ibadah dan menghindari segala bentuk perbuatan
yang menyebabkan amarah Rabbmu. Dan mencintai saudaranya karena Allah merupakan
bentuk ibadah bahkan merupakan bentuk kesempurnaan iman. Tentang mencintai
sahabatmu karena Allah..
Cinta karena Allah merupakan kesempurnaan iman. Seorang yang
mencinta karena Allah ‘azza wajalla, dan merelakan diri dan hartanya
untuk segala hal yang urgen dalam segala perkara yang menyatakan bahwa dirinya
mencintai saudaranya karena Allah, dan berusaha membantu segala kebutuhannya
sebelum diminta dan mendahulukan kebutuhan saudaranya dari pada
kebutuhan-kebutuhannya yang khusus, tidak membebaninya dengan sesuatu yang
memberatkannya dan juga tidak membebani dirinya. Tidak mengomentari segala
cacat yang ada pada dirinya, tidak bertengkar dengannya, tidak berdebat, tidak
berburuk sangka kepadanya, tidak menjauhinya lebih dari tiga hari, tidak
menyebar luaskan rahasia pribadinya, memanggilnya dengan nama yang paling
disukainya, memberi pujian dari perilakunya yang terpuji, menolongnya baik dia
dalam keadaan mendhzalimi atau terdhzalim, mendidiknya, menasihatinya dan
mengarahkannya kepada segala sesuatu yang akan mendatangkan manfaat baginya
didalam agama maupun kehidupan dunianya, menutupi dan memaafkan segala
ketergelincirannya dan kelalaiannya, tidak memutuskan silaturrahim dan tidak
menjauhinya, menjenguknya disaat dia sakit, meghiburnya saat dia terkena
musibah, menerima setiap udzurnya, menetapi kecintaan kepadanya, melindungi dan
berbuat ikhlas kepadanya, mendoakannya disaat dia hidup dan setelah dia
meninggal dunia dengan segala yang dicintainya untuk dirinya sendiri.
قال رسول الله.
ان المتحابين لتري غرفهم في
الجنة كالكوكب الطالع الشرقي اوالغربي فيقال من هؤلاء فيقال هؤلاء المتحابون في
الله عزوجل
Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang saling mencintai, kamar-kamarnya di
surga nanti terlihat seperti bintang yang muncul dari timur atau bintang barat
yang berpijar. Lalu ada yang bertanya, “siapa mereka itu?, “mereka itu adalah
orang-orang yang mencintai karena Allah ‘Azzawajalla. (HR. Ahmad).
Sobat..
Jika kita mencintai Allah dengan membuktikan kecintaan kita dengan
ketaatan dan ketundukan kepadanya, Allah tidak akan menyianyiakan pahala orang
yang berbuat baik. Termasuk kedalamnya bentuk kecintaanmu kepada saudaramu
karena Allah dan bentuk amal sholihmu dengan tolong menolong dalam ketaatan.
Yakinkan dirimu bahwa setiap kebaikan yang kamu lakukan ikhlas karena mengharap
wajah Allah dan hari akhir, Allah pasti akan membalasnya dengan ganjaran yang
berkali lipat. Dan yang paling indah adalah Allah akan mencintaimu.
Aku teringat dengan hadist ini..
عن أبي هريرة – رضي الله عنه –
قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم - إن الله تعالى قال : من عادي لي وليا
فقد آذنته بالحرب ، وما تقرب إلي عبدي بشيء أحب إلي مما افترضت عليه ، و لا يزال
عبدي يتقرب إلي بالنوافل حتى أحبه ، فإذا أحببته كنت سمعه الذي سمع به و بصره الذي
يبصر به ، و يده التي يبطش بها و رجله التي يمشي بها و لئن سألني لأعطينه ، و لئن استعاذني لأعيذنه - رواه البخاري
Terjemahan:
Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anh, ia berkata : Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa Sallam “Sesungguhnya Allah ta’ala telah berfirman :
‘Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka sesungguhnya Aku menyatakan perang
terhadapnya. Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan diri kepada-Ku
dengan suatu (perbuatan) yang Aku sukai seperti bila ia melakukan yang fardhu
yang Aku perintahkan kepadanya. Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan
diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunah hingga Aku mencintainya. Jika Aku
telah mencintainya, maka jadilah Aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan
untuk mendengar, sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, sebagai
tangannya yang ia gunakan untuk memegang, sebagai kakinya yang ia gunakan untuk
berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika
ia memohon perlindungan, pasti akan Aku berikan kepadanya."
[Bukhari no. 6502]
Ibnu Daqiq Al-I’ed menjelaskan;
Kemudian kalimat, “Jika Aku telah mencintainya, maka jadilah Aku
sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, sebagai penglihatannya
yang ia gunakan untuk melihat, sebagai tangannya yang ia gunakan untuk
memegang, sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan” Hal ini merupakan
tanda kecintaan Alloh terhadap orang yang dicintai-Nya, maksudnya orang itu
tidak akan mau mendengar hal-hal yang dilarang oleh syari’at, tidak mau melihat
hal-hal yang tidak dibenarkan oleh syari’at, tidak mau mengulurkan tangannya
memegang sesuatu yang tidak dibenarkan oleh syari’at dan tidak mau melangkahkan
kakinya kecuali hanya kepada hal-hal yang dibenarkan oleh syari’at.
Nah.. mencintai saudaramu menjadi salah satu jalan untuk kamu
meperoleh kecintaaan Allah. Saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran.
Jadi, mulai sekarang, kita berusaha jadi pribadi yang saling mencintai karena
Allah. Dan semoga kita termasuk hambanya yang sholeh yang dikumpulkan diakhirat
nanti dengan orang orang yang saling mencintai karena Nya.. ~istajib ya Rabb..
Dan pada Akhirnya, semua cinta yang indah akan bermuara
kepadaNya..
Referensi: Roudhah
Al-Muhibbin wa Nuzahah Al-Musytaqin, Ibnu Qoyyim al Jauziyah
Mading
FORSAN, 29 Agustus 2014, Rizky Lestari_Roisah Jami’yyatutholibah

