Jumat, 29 Agustus 2014

Semua Cinta Termuara KarenaNya





Bismillah..

Semua aku mulai dengan memuji Rabbku. Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan kecintaan kepadaNya sebagai bukti ketaatan dan ketundukan seorang hamba kepadaNya. Mahasuci Allah yang membolak balikan hati kemudian menetapkan hati tersebut agar selalu berada dalam ketaan padaNya. Mahasuci Allah yang yang melebihkan orang yang mencintaiNya, mencintai Rosul dan kitabNya dari pada seluruh pencinta. Atas cintalah Allah memberikan fitrah kepada makhluq makhluqnya. Dengan cintalah jiwa manusia mendapat keberuntugan karena mendapat harapan yang besar berupa terhindar dari keinasaan dan menjadikan hidupnya tertuju pada satu titik penghambaan yang sempurna kepada Rabbnya. Dengan cinta juga seorang hamba bisa merengguk kelezatan iman, karena ridho kepada Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai rosul.

Aku bersaksi bahwa tiada illah yang berhaq disembah dengan benar melainkan Allah semata. Tidak ada sekutu baginya. Baginya kesempurnaaan Rububiyyah, Uluhiyyah dan Asma`wa siffah. Semua itu dibuktikan seorang hamba dengan memasrahkan diri karena bentuk kecintaan kepadanya, mengakui dan mensyukuri nikmatnya, mengharapkan rahmat dan ampunanNya, pasrah kepada daya dan upayaNya, hanya berlindung dan bermuara kepadaNya, dan tidak beralih dari penyembahan kepada selainNya.

Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba da rosulNya. Beliau adalah sebaik baik makhluqnya, diutus untuk menyeru kepada iman, mengajak ke syurga, dan menuntun ke jalan yang lurus.Menyeru kepada yang ma`ruf dan mencegah kepada yang mungkar. Kehinaan bagi siapa saja yang berani melanggar perintahnya dan menambah nambahkan syariat yang dibawa olehnya. Tidak ada harapan untuk mengharapka pahala yang melimpahdan keselamatan dari adzab yang pedih kecuali bagi orang yang mengikuti jejak dibelakang beliau.

Sobat, semua dari kita makhluq yang Allah berikan cinta pada jiwa jiwa kita. Dan jiwa akan merasakan betapa manisnya cinta jika jiwa kita mengalirkan cinta ini mermuara pada satu titik kemuliaan yaitu cinta yang tertuju pada Ar-Rohman. Dengan apa ini diwujudkan? Ya! Dengan taqwa! Yaitu menjadikan dirimu selalu berusaha untuk memenuhi segala perintahnya dengan mentaatnya dalam segala betuk ibadah dan menghindari segala bentuk perbuatan yang menyebabkan amarah Rabbmu. Dan mencintai saudaranya karena Allah merupakan bentuk ibadah bahkan merupakan bentuk kesempurnaan iman. Tentang mencintai sahabatmu karena Allah..

Cinta karena Allah merupakan kesempurnaan iman. Seorang yang mencinta karena Allah ‘azza wajalla, dan merelakan diri dan hartanya  untuk segala hal yang urgen dalam segala perkara yang menyatakan bahwa dirinya mencintai saudaranya karena Allah, dan berusaha membantu segala kebutuhannya sebelum diminta dan mendahulukan kebutuhan saudaranya dari pada kebutuhan-kebutuhannya yang khusus, tidak membebaninya dengan sesuatu yang memberatkannya dan juga tidak membebani dirinya. Tidak mengomentari segala cacat yang ada pada dirinya, tidak bertengkar dengannya, tidak berdebat, tidak berburuk sangka kepadanya, tidak menjauhinya lebih dari tiga hari, tidak menyebar luaskan rahasia pribadinya, memanggilnya dengan nama yang paling disukainya, memberi pujian dari perilakunya yang terpuji, menolongnya baik dia dalam keadaan mendhzalimi atau terdhzalim, mendidiknya, menasihatinya dan mengarahkannya kepada segala sesuatu yang akan mendatangkan manfaat baginya didalam agama maupun kehidupan dunianya, menutupi dan memaafkan segala ketergelincirannya dan kelalaiannya, tidak memutuskan silaturrahim dan tidak menjauhinya, menjenguknya disaat dia sakit, meghiburnya saat dia terkena musibah, menerima setiap udzurnya, menetapi kecintaan kepadanya, melindungi dan berbuat ikhlas kepadanya, mendoakannya disaat dia hidup dan setelah dia meninggal dunia dengan segala yang dicintainya untuk dirinya sendiri.

قال رسول الله.
ان المتحابين لتري غرفهم في الجنة كالكوكب الطالع الشرقي اوالغربي فيقال من هؤلاء فيقال هؤلاء المتحابون في الله عزوجل

Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang saling mencintai, kamar-kamarnya di surga nanti terlihat seperti bintang yang muncul dari timur atau bintang barat yang berpijar. Lalu ada yang bertanya, “siapa mereka itu?, “mereka itu adalah orang-orang yang mencintai karena Allah ‘Azzawajalla. (HR. Ahmad).

Sobat.. 
Jika kita mencintai Allah dengan membuktikan kecintaan kita dengan ketaatan dan ketundukan kepadanya, Allah tidak akan menyianyiakan pahala orang yang berbuat baik. Termasuk kedalamnya bentuk kecintaanmu kepada saudaramu karena Allah dan bentuk amal sholihmu dengan tolong menolong dalam ketaatan. Yakinkan dirimu bahwa setiap kebaikan yang kamu lakukan ikhlas karena mengharap wajah Allah dan hari akhir, Allah pasti akan membalasnya dengan ganjaran yang berkali lipat. Dan yang paling indah adalah Allah akan mencintaimu.

Aku teringat dengan hadist ini..

عن أبي هريرة – رضي الله عنه – قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم - إن الله تعالى قال : من عادي لي وليا فقد آذنته بالحرب ، وما تقرب إلي عبدي بشيء أحب إلي مما افترضت عليه ، و لا يزال عبدي يتقرب إلي بالنوافل حتى أحبه ، فإذا أحببته كنت سمعه الذي سمع به و بصره الذي يبصر به ، و يده التي يبطش بها و رجله التي يمشي بها و لئن سألني لأعطينه ، و لئن استعاذني لأعيذنه - رواه البخاري

Terjemahan:

Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anh, ia berkata : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam “Sesungguhnya Allah ta’ala telah berfirman : ‘Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka sesungguhnya Aku menyatakan perang terhadapnya. Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu (perbuatan) yang Aku sukai seperti bila ia melakukan yang fardhu yang Aku perintahkan kepadanya. Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka jadilah Aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, sebagai tangannya yang ia gunakan untuk memegang, sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti akan Aku berikan kepadanya."
[Bukhari no. 6502]

Ibnu Daqiq Al-I’ed menjelaskan;

Kemudian kalimat, “Jika Aku telah mencintainya, maka jadilah Aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, sebagai tangannya yang ia gunakan untuk memegang, sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan” Hal ini merupakan tanda kecintaan Alloh terhadap orang yang dicintai-Nya, maksudnya orang itu tidak akan mau mendengar hal-hal yang dilarang oleh syari’at, tidak mau melihat hal-hal yang tidak dibenarkan oleh syari’at, tidak mau mengulurkan tangannya memegang sesuatu yang tidak dibenarkan oleh syari’at dan tidak mau melangkahkan kakinya kecuali hanya kepada hal-hal yang dibenarkan oleh syari’at. 

Nah.. mencintai saudaramu menjadi salah satu jalan untuk kamu meperoleh kecintaaan Allah. Saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. Jadi, mulai sekarang, kita berusaha jadi pribadi yang saling mencintai karena Allah. Dan semoga kita termasuk hambanya yang sholeh yang dikumpulkan diakhirat nanti dengan orang orang yang saling mencintai karena Nya.. ~istajib ya Rabb..

Dan pada Akhirnya, semua cinta yang indah akan bermuara kepadaNya.. 




Referensi: Roudhah Al-Muhibbin wa Nuzahah Al-Musytaqin, Ibnu Qoyyim al Jauziyah
Mading FORSAN, 29 Agustus 2014, Rizky Lestari_Roisah Jami’yyatutholibah



About