Kata kata ini sebenernya udah familiar banget kan di telinga kita.
Tapi banyak juga bahkan bisa dibilang semua dari kita gak bisa terlepas
untuk ngelakuin hal yang satu ini. Mengenaskanya, hal yang sulit kita
hidari itu punya sebutan “maksiad”. Sebagai remaja muslim pasti lah kita
gak bakal ngerasa nyaman pas kita lagi ngelakuin maksiad. Disaat kita
ngerasa nyaman, pasti dihati kecil kita ada sinyal sinyal yang ngingetin
kita tentang keharamannya dan takut akan adzab Allah. Semua itu
sebenernya tergantung sama keimanan seseorang. Allah Dzat yang menguasai
hati manusia maha tau akan kondisi hati. Hati yang terus dipenuhi
dengan ilmu dan iman pasti gak karuan kalau termasuki oleh maksiad.
So,
kita harus tau nih, apa aja pintu pintu maksiad yang pastinya
mematikan. Yuk kita search apa aja yang harus kita kenali secara detail
tentang pintu pintu mematikan ini.
- Al-Lahazhat (Pandangan)
Yang
satu ini bias dibilang ‘provokator’. Secara! syahwat and virus virus
mematikan lainnya pertama kali bersumber dari pandangan khianat.
Sangking bahayanya, Rosul kita banyak mengingatkan sahabatnya. Nih,
rosul bersabda,
“Janganlah kamu ikuti pandangan (pertama) dengan
pandangan (berikutnya), karena pandangan (pertama) itu boleh buat kamu,
tapi tidak dengan pandangan selanjutnya.” [HR. at-Tirmidzi, no 2777 dan
Abu Dawud, no 2149 dan dihasankan oleh Al- Albani]
Dari musnad imam Ahmad Rosul juga bersabda,
“Pandanga
itu adalah panah beracun dari panah panah iblis. Maka barang siapa yang
menundukan pandangannya dari kecantikan seorang wanitakarena Allah,
maka Allah akan memberikan dihatinya kelezatan (iman) sampai hari dia
akan bertemu denganNya kelak.” [HR. Ahmad, 5/264]
Ya, bener banget
kalau kita bilang pandangan adalah asal muasal musibah yang menimpa
manusia. Kenapa? karena, pandangan itu akan melahirkan lintasan dalam
benak. Terus, dia bakal ninggalin banyak pikiran yang gak seharusnya ada
diotakkita. Ya dia berupa syahwat dan keinginan. Buahnya? Apa yang
tadinya cuma melintas sekarang terjadi. Lagi lagi mikirin sidia yang gak
halal yang ngebuat kamu bisa ngelakuin maksiat persekonnya. Kan kasian
hati dan otak jadi korban, belajar jadi gak fokus, menghafal jadi gak
hafal hafal etc. Kondisi ini akan berlangsung terus selama gak ada yang
menahan dan menghalanginya. Kadang aku suka ngerasa bingung sendiri,
udah tau pandangan khianat itu beracun, kalo kata orang sekarangmah,
sakitnya tuh disini, tapi lukanya gak ngehalangin dia buat ngelepas
pandangan beracun tadi. Hanya Allah tempat kita meminta pertolongan.
- Al- Katharat (pikiran yang terlintas)
Kalau
pikiran yang terlintas, masalahnya lebih rumit. Disini tempat mulainya
aktifitas, baik atau buruk. Dari sinilah lahirnya keinginan untuk
ngelakuin sesuatu sampai akhirnya jadi tekat yang bulat. Pikiran pikiran
itu akan terus melintas di dalam hati seseorang, dan akhirnya Cuma jadi
angan angan tanpa makna.
“dan orang orang kafir, amal amal mereka
adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh
orang orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak
mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah
disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal amal dengan
cukup dan Allah maha cepat perhitungannya.” (An-Nur: 39)
Allah
memisalkan amal amal orang kafir itu sebagi fatamorgana. Ini permisalan
hati hati mereka, gak ada kebaikan dalam amal perbuatan mereka. Secara!
Amalan akan luntur kalau gak ada keimanan. Kasihan banget ya orang orang
kafir yang gak punya iman itu. Udah hidupnya susah rusak lagi. Amalnya
juga percuma, fatamorgana! Perasaan tenang dan puas dengan kondisi kaya
gini jelas banget ngegambarin betapa gak berkualitasnya hidup orang
orang yang kosong dari keimanan. Pantaslah neraka jadi masa depan yang
jelas buat orang orang kafir.
Nah.. gimana nih kita sebagai remaja
muslim? Pastilah, setiap yang kita lakuin didunia ini punya kualitas
yang ter-OK. Gimana ngak? Alah dan RosulNya udah memanage kita sebagai
ummat yang terbaik. Sebagai remaja yang punya cita cita dan pemikiran
dengan kualitas tinggi. Sebenernya, apa sih yang dibilang pemikiran
dengan kualitas tinggi?
OK! Orientasikan pikiranmu untuk ayat ayat
Allah. Gak Cuma baca, tapi tadabbur juga. Massa buku buku sains dan
bergudang ilmu pengetahuan lain kamu baca ampe diteliti tapi ayat ayat
Allah kamu tinggalin? Padahal sudah lama kita sadari kalau hati itu haus
akan ayat ayat Allah. Hati butuh sandaran pada Rabbnya. Hati perlu
memikirkan tanda tanda kebesaran Rabbnya.
Coba sekarang kita
belajar untuk paham akan tanda tanda kebesaran Rabb kita, mulai dari
kita belajar biologi. Kita kagum dan selalu muji Rabb kita yang udah
nyiptain makhluqnya dengan seperfect mungkin. Dari materi terkecil
ditubuh kita sampai terbentuk tubuh dengan organ organnya yang sempurna,
semua berkerjasama dengan fungsi mereka masing asing untuk menjalankan
aktifitas harian kita dengan seoptimal mungkin. Emang mereka berkerja
dang menghasilkan fungsi masing masing dengan sendirinya? Ngak kan?
Mereka semua berkerja atas perintah Rabb mereka. Mereka bisa melakukan
fungsi yang berbeda dengan izin Rabb sang pencipta.
Sekarang kita
belajar fisika, kita jadi tau gimana Allah ngatur semua gerak yang
disimpulkan dalam beberapa postulat dan rumus tentang semua gerak dibumi
ini. Dari mulai sesuatu yang keliatan sampai yang gak keliatan.
Gelombang misalnya. Mareka punya perhitungan yang Allah sempurnakan dan
jelaskan kekita. And WAW! kita bisa ngerasain aplikasi gelombang itu
dalam hidup kita sehari hari. Aplikasi gelombang kita butuhin banget.
Hampir bisa dipastiin setiap harinya semua dari kita memakai aplikasi
gelombang. Gadget kamu gak berfungsi kan kalo gak ada gelombang? Itu
baru gadget lho sob, trus gimana badan antariksa dapet informasi dari
satelit yang ada diluar angkasa klo bukan dengan aplikasi gelombang? Apa
kamu udah mensyukuri nikmat Allah yang kamu rasakan pada salah satu
dari banya nikmatNya yang Allah kasih ke kamu?
Belajar kimia juga,
betapa maha kuasanya Rabb kita nyiptain unsur, ion, partikel yang
bergerak dan punya reaksi yang beda beda. Masih banyak lagi deh contoh
yang laen. Kamu yang udah SMP or SMA pastilah udah banyak pengetahuan
tentang ini. Sekarang mulai kita coba untuk merenungkan semua tanda
kekuasaan Allah dari semua pelajaran yang kita pelajari.
Jangan
lupa yang ini. Selesai kita tau betapa maha kuasanya Allah. Sekarang
kita tunaikan hak hak Allah. Apa coba? Ya! Beribadah hanya kepadanya dan
tidak mempersekutukannya dengan sesuatu apapun. Kita tunaikan kewajiban
kita sebagai seorang hamba, berama sholeh dan selalu bersyukur atas
nikmat yang udah Allah kasih ke kita. Kamu pasti nyadar kan kalau kita
ini, simanusia lemah. Gak ada yang bisa kita lakuin kalau Allah gak
bantu kita. Nah, dari situ kita selalu merasa butuh, bahkan sangat butuh
dengan kasih sayang Rabb kita. Itu juga salah satu senjata ampun
untukmu melawan hawa nafsu.
Satulagi yang kualitas ter-OK jalan
pikiran seorang muslim. Memanage waktunya dengan sebaik mungkin. Kadang
nikmat waktu luang Cuma bisa didapein sama orang yang super sibuk.
Berharap waktu bisa ada 25 jam sehari. Itu gakmungkin kan? Sekarang coba
kita pikirin kesibukan apa yang kita lakuin selain belajar formal di
sekolah or kuliah? Banyak kan? Ada tugas, menghafal qur`an, mengkaji
kitab kitab ulama salaf, dateng ke majlis ilmu, dan masih banyak lagi
hal hal bermanfaat lain. Terus, gak ada lagi kata ngelamun dan ngayal
yang ngak ngak bukan? Kalau kamu udah bisa ngelakuin ini dengan
konsistensi yang baik, InsyaAllah hidup kamu punya kualitas ter-OK.
- Al- Lafadzhat (Ucapan)
Kalau
yang ini kita kudu ati ati mencegah keluarnya kata kata gak manfaat
terlebih kata kata yang berdosa yang keluar dari lidah kita. Dalam
hadist anas yang marfu’, disebutkan “Tidak akan istiqomah iman seorang
hamba sehingga hatinya beristiqomah, dan tidah akan istiqomah hatinya
sebelum lidahnya beristiqomah” [ RH. Imam Ahmad, 3/198]
Imam ibnul
Qoyyim juga menulis: kalau anda ingin mengetahui apa yang ada dalam
hati seorang maka lihatlah ucapan lidahnya. Ucapan itu akan menjelaskan
kepada anda apa yang ada dalam hati seseorang, dia suka ataupun tidak
suka.
Sekarang, banyak orang yang merasa gampang ngejaga dirinya
dari makanan haram, zina, mencuri, membunuh, dan perbuatan haram
sebagainya, tapi susah buat mengawasi lisannya sampai sampai orang yang
dikenal punya pemahama agama, dikenal dengan kezuhuan dan ahli ibadah,
ternyata juga masih berbicara dengan kalimat kalimat yang mengundang
kemurkaan Allah. Dari ummu Habibah istri nabi, dari Rosulullah beliau
bersabda, “Semua ucapan anak adam itu berdampak negative kepadanya
kecuali amar ma’ruf, nahi munkar atau dzikir kepada Allah.” [RH.
Tirmidzi dan dihasankan olehnya]
Makanya, kita harus hati hati banget sama lisan kita sendiri.
- Al- Khatawat (Langkah Nyata)
Nah
ini nih.. setelah kita tau pintu pintu maksiad yang tertera diatas,
kita harus menutupnya! Jangan biarkan opnum opnum penghancur cita cita
dan masa depanmu membabibuta pada keempat pintu ini. Jadi sekarang kita
butuh komitmen bersama. Say no to PACARAN, BUANG BUANG WAKTU, MIKIRIN
YANG NGAK NGAK, NGOMONG KOTOR, TAWURAN, NGEROKOK etc…………… KITA INGIN
SUKSES! SAY NO TO MAKSIAD!
*Referensi: Laataqrobu Az-zina karya Ibnul Qoyyim Al-jauziyyah