Sabtu, 18 April 2015

Jangan Biarkan Mereka Terbuka! Kita Ingin Sukses

Kata kata ini sebenernya udah familiar banget kan di telinga kita. Tapi banyak juga bahkan bisa dibilang semua dari kita gak bisa terlepas untuk ngelakuin hal yang satu ini. Mengenaskanya, hal yang sulit kita hidari itu punya sebutan “maksiad”. Sebagai remaja muslim pasti lah kita gak bakal ngerasa nyaman pas kita lagi ngelakuin maksiad. Disaat kita ngerasa nyaman, pasti dihati kecil kita ada sinyal sinyal yang ngingetin kita tentang keharamannya dan takut akan adzab Allah. Semua itu sebenernya tergantung sama keimanan seseorang. Allah Dzat yang menguasai hati manusia maha tau akan kondisi hati. Hati yang terus dipenuhi dengan ilmu dan iman pasti gak karuan kalau termasuki oleh maksiad.

So, kita harus tau nih, apa aja pintu pintu maksiad yang pastinya mematikan. Yuk kita search apa aja yang harus kita kenali secara detail tentang pintu pintu mematikan ini.

  1. Al-Lahazhat (Pandangan)
Yang satu ini bias dibilang ‘provokator’. Secara! syahwat and virus virus mematikan lainnya pertama kali bersumber dari pandangan khianat. Sangking bahayanya, Rosul kita banyak mengingatkan sahabatnya. Nih, rosul bersabda,
“Janganlah kamu ikuti pandangan (pertama) dengan pandangan (berikutnya), karena pandangan (pertama) itu boleh buat kamu, tapi tidak dengan pandangan selanjutnya.” [HR. at-Tirmidzi, no 2777 dan Abu Dawud, no 2149 dan dihasankan oleh Al- Albani]
Dari musnad imam Ahmad Rosul juga bersabda,
“Pandanga itu adalah panah beracun dari panah panah iblis. Maka barang siapa yang menundukan pandangannya dari kecantikan seorang wanitakarena Allah, maka Allah akan memberikan dihatinya kelezatan (iman) sampai hari dia akan bertemu denganNya kelak.” [HR. Ahmad, 5/264]

Ya, bener banget kalau kita bilang pandangan adalah asal muasal musibah yang menimpa manusia. Kenapa? karena, pandangan itu akan melahirkan lintasan dalam benak. Terus, dia bakal ninggalin banyak pikiran yang gak seharusnya ada diotakkita. Ya dia berupa syahwat dan keinginan. Buahnya? Apa yang tadinya cuma melintas sekarang terjadi. Lagi lagi mikirin sidia yang gak halal yang ngebuat kamu bisa ngelakuin maksiat persekonnya. Kan kasian hati dan otak jadi korban, belajar jadi gak fokus, menghafal jadi gak hafal hafal etc. Kondisi ini akan berlangsung terus selama gak ada yang menahan dan menghalanginya. Kadang aku suka ngerasa bingung sendiri, udah tau pandangan khianat itu beracun, kalo kata orang sekarangmah, sakitnya tuh disini, tapi lukanya gak ngehalangin dia buat ngelepas pandangan beracun tadi. Hanya Allah tempat kita meminta pertolongan.

  1. Al- Katharat (pikiran yang terlintas)
Kalau pikiran yang terlintas, masalahnya lebih rumit. Disini tempat mulainya aktifitas, baik atau buruk. Dari sinilah lahirnya keinginan untuk ngelakuin sesuatu sampai akhirnya jadi tekat yang bulat. Pikiran pikiran itu akan terus melintas di dalam hati seseorang, dan akhirnya Cuma jadi angan angan tanpa makna.

“dan orang orang kafir, amal amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal amal dengan cukup dan Allah maha cepat perhitungannya.” (An-Nur: 39)

Allah memisalkan amal amal orang kafir itu sebagi fatamorgana. Ini permisalan hati hati mereka, gak ada kebaikan dalam amal perbuatan mereka. Secara! Amalan akan luntur kalau gak ada keimanan. Kasihan banget ya orang orang kafir yang gak punya iman itu. Udah hidupnya susah rusak lagi. Amalnya juga percuma, fatamorgana! Perasaan tenang dan puas dengan kondisi kaya gini jelas banget ngegambarin betapa gak berkualitasnya hidup orang orang yang kosong dari keimanan. Pantaslah neraka jadi masa depan yang jelas buat orang orang kafir.

Nah.. gimana nih kita sebagai remaja muslim? Pastilah, setiap yang kita lakuin didunia ini punya kualitas yang ter-OK. Gimana ngak? Alah dan RosulNya udah memanage kita sebagai ummat yang terbaik. Sebagai remaja yang punya cita cita dan pemikiran dengan kualitas tinggi. Sebenernya, apa sih yang dibilang pemikiran dengan kualitas tinggi?
OK! Orientasikan pikiranmu untuk ayat ayat Allah. Gak Cuma baca, tapi tadabbur juga. Massa buku buku sains dan bergudang ilmu pengetahuan lain kamu baca ampe diteliti tapi ayat ayat Allah kamu tinggalin? Padahal sudah lama kita sadari kalau hati itu haus akan ayat ayat Allah. Hati butuh sandaran pada Rabbnya. Hati perlu memikirkan tanda tanda kebesaran Rabbnya.

Coba sekarang kita belajar untuk paham akan tanda tanda kebesaran Rabb kita, mulai dari kita belajar biologi. Kita kagum dan selalu muji Rabb kita yang udah nyiptain makhluqnya dengan seperfect mungkin. Dari materi terkecil ditubuh kita sampai terbentuk tubuh dengan organ organnya yang sempurna, semua berkerjasama dengan fungsi mereka masing asing untuk menjalankan aktifitas harian kita dengan seoptimal mungkin. Emang mereka berkerja dang menghasilkan fungsi masing masing dengan sendirinya? Ngak kan? Mereka semua berkerja atas perintah Rabb mereka. Mereka bisa melakukan fungsi yang berbeda dengan izin Rabb sang pencipta.

Sekarang kita belajar fisika, kita jadi tau gimana Allah ngatur semua gerak yang disimpulkan dalam beberapa postulat dan rumus tentang semua gerak dibumi ini. Dari mulai sesuatu yang keliatan sampai yang gak keliatan. Gelombang misalnya. Mareka punya perhitungan yang Allah sempurnakan dan jelaskan kekita. And WAW! kita bisa ngerasain aplikasi gelombang itu dalam hidup kita sehari hari. Aplikasi gelombang kita butuhin banget. Hampir bisa dipastiin setiap harinya semua dari kita memakai aplikasi gelombang. Gadget kamu gak berfungsi kan kalo gak ada gelombang? Itu baru gadget lho sob, trus gimana badan antariksa dapet informasi dari satelit yang ada diluar angkasa klo bukan dengan aplikasi gelombang? Apa kamu udah mensyukuri nikmat Allah yang kamu rasakan pada salah satu dari banya nikmatNya yang Allah kasih ke kamu?

Belajar kimia juga, betapa maha kuasanya Rabb kita nyiptain unsur, ion, partikel yang bergerak dan punya reaksi yang beda beda. Masih banyak lagi deh contoh yang laen. Kamu yang udah SMP or SMA pastilah udah banyak pengetahuan tentang ini. Sekarang mulai kita coba untuk merenungkan semua tanda kekuasaan Allah dari semua pelajaran yang kita pelajari.

Jangan lupa yang ini. Selesai kita tau betapa maha kuasanya Allah. Sekarang kita tunaikan hak hak Allah. Apa coba? Ya! Beribadah hanya kepadanya dan tidak mempersekutukannya dengan sesuatu apapun. Kita tunaikan kewajiban kita sebagai seorang hamba, berama sholeh dan selalu bersyukur atas nikmat yang udah Allah kasih ke kita. Kamu pasti nyadar kan kalau kita ini, simanusia lemah. Gak ada yang bisa kita lakuin kalau Allah gak bantu kita. Nah, dari situ kita selalu merasa butuh, bahkan sangat butuh dengan kasih sayang Rabb kita. Itu juga salah satu senjata ampun untukmu melawan hawa nafsu.

Satulagi yang kualitas ter-OK jalan pikiran seorang muslim. Memanage waktunya dengan sebaik mungkin. Kadang nikmat waktu luang Cuma bisa didapein sama orang yang super sibuk. Berharap waktu bisa ada 25 jam sehari. Itu gakmungkin kan? Sekarang coba kita pikirin kesibukan apa yang kita lakuin selain belajar formal di sekolah or kuliah? Banyak kan? Ada tugas, menghafal qur`an, mengkaji kitab kitab ulama salaf, dateng ke majlis ilmu, dan masih banyak lagi hal hal bermanfaat lain. Terus, gak ada lagi kata ngelamun dan ngayal yang ngak ngak bukan? Kalau kamu udah bisa ngelakuin ini dengan konsistensi yang baik, InsyaAllah hidup kamu punya kualitas ter-OK.

  1. Al- Lafadzhat (Ucapan)  
Kalau yang ini kita kudu ati ati mencegah keluarnya kata kata gak manfaat terlebih kata kata yang berdosa yang keluar dari lidah kita. Dalam hadist anas yang marfu’, disebutkan “Tidak akan istiqomah iman seorang hamba sehingga hatinya beristiqomah, dan tidah akan istiqomah hatinya sebelum lidahnya beristiqomah” [ RH. Imam Ahmad, 3/198]

Imam ibnul Qoyyim juga menulis: kalau anda ingin mengetahui apa yang ada dalam hati seorang maka lihatlah ucapan lidahnya. Ucapan itu akan menjelaskan kepada anda apa yang ada dalam hati seseorang, dia suka ataupun tidak suka.

Sekarang, banyak orang yang merasa gampang ngejaga dirinya dari makanan haram, zina, mencuri, membunuh, dan perbuatan haram sebagainya, tapi susah buat mengawasi lisannya sampai sampai orang yang dikenal punya pemahama agama, dikenal dengan kezuhuan dan ahli ibadah, ternyata juga masih berbicara dengan kalimat kalimat yang mengundang kemurkaan Allah. Dari ummu Habibah istri nabi, dari Rosulullah beliau bersabda, “Semua ucapan anak adam itu berdampak negative kepadanya kecuali amar ma’ruf, nahi munkar atau dzikir kepada Allah.” [RH. Tirmidzi dan dihasankan olehnya]
Makanya, kita harus hati hati banget sama lisan kita sendiri.

  1. Al- Khatawat (Langkah Nyata)
Nah ini nih.. setelah kita tau pintu pintu maksiad yang tertera diatas, kita harus menutupnya! Jangan biarkan opnum opnum penghancur cita cita dan masa depanmu membabibuta pada keempat pintu ini. Jadi sekarang kita butuh komitmen bersama. Say no to PACARAN, BUANG BUANG WAKTU, MIKIRIN YANG NGAK NGAK, NGOMONG KOTOR, TAWURAN, NGEROKOK etc…………… KITA INGIN SUKSES! SAY NO TO MAKSIAD!


*Referensi: Laataqrobu Az-zina karya Ibnul Qoyyim Al-jauziyyah

About