Sedikit copas dari group WA
Semoga kita ketularan semangatnya :)
Syayma, Sebuah Mahkota Untuk Orangtuanya
Saat masih duduk di kelas XII, dia punya mimpi yang -mungkin- hanya bisa menjadi bahan tertawaan: menghafal Al-qur’an satu juz sehari. Bermodal doa, keyakinan, dan kerelaan untuk melakukan perubahan ekstrem: tidur setengah jam sehari! Dia membuktikan bahwa tak ada yang mustahil jika Allah mengizinkan hal itu terjadi. Dia mengantongi sertifikat hafidzah sebelum ijazah SMA dia terima.
Kini, mahasiswi Fakultas Kedokteran semester 6 ini adalah juragan kerudung dengan omset 15-20 juta per bulan. Infaq rutin yang dia keluarkan setiap bulannya berada pada angka tiga juta! Bukan hanya itu, dia adalah satu diantara 43 penerima beasiswa aktivis nusantara dari seluruh indonesia. Kini, dengan segala aktivitas dan pencapaiannya, dia masih sempat menjadi Wakil Ketua Umum sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa tingkat kampus.
Mau tahu bagaimana ADK (Aktivis Dakwah Kampus) yang baru saja menginjak 21 tahun tepat sembilan hari yang lalu ini mendapatkan berbagai pencapaiannya di usia semuda itu?
Yuk mari, belajar banyak dari seorang ADK luar biasa bernama Syayma Karimah.
Berawal dari menjadi bahan tertawaan sampai ke jajaran penghafal Al-Qur’an
Sepertinya akan seru kalau kita memulai kisah keberhasilan Syayma ini dari perjuangan dia menjadi seorang hafidzah. Bagaimana dia memulai segalanya?
Ceritanya, Syayma dulu menghabiskan masa SMP di sebuah boarding school, dimana di sekolah tersebut ada program untuk menambah hafalan Al-Qur’an. Target hafalan yang biasanya diselesaikan oleh para siswa disana adalah 3 juz.
Namun karena tidak semua murid mempunyai kemampuan yang sama dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an, maka dibuatlah pembagian kelompok. Ada tiga kelompok saat itu, yakni kelompok tahsin,tahfizh reguler dan takhossus.
Kelompok tahsin adalah kelompok dengan grade paling bawah, yang mana anak-anak di kelompok tersebut harus mendapat bimbingan ekstra karena bacaannya masih perlu diperbaiki. Anak-anak yang yang masuk di dalam kelompok tahfizh reguler adalah mereka yang menghafal 5 baris sehari, dan anak-anak yag berada pada kelompok takhossus adalah mereka yang menghafal satu halaman per hari.
Anda tahu, calon bu dokter ini masuk ke kelompok mana?
Syayma, dia masuk ke kelas tahsin! Grade paling rendah dari tiga grade yang ada saat itu. Tapi bukan Syayma namanya kalau nggak ngeyelan. Dengan Pede nya, dia menuliskan di sebuah kertas bahwa dia akan masuk ke kelompok takhossus. Bukan cuma itu, dia menarget dirinya sendiri untuk bisa menyetor hafalan satu halaman per hari (nggak tahu diri banget ya, padahal cuma masuk kelompok tahsin, udah lagak jadi anak takhossus. Hehe). Praktis, dia menjadi bahan tertawaan bagi beberapa rekannya yang lain.
Dengan doa dan keyakinan yang tinggi, impian Syayma terwujud! Dia berhasil masuk ke kelompok takhossus dan lulus SMP dengan mengantongi hafalan 7 juz. Hebat ya.
Selepas dari SMP, Syayma melanjutkan ke SMA di yayasan yang sama, SMAIT Al Kahfi. Sewaktu di SMA, semangatnya justru menurun. Apa sebab? Jadi selama di SMP, dia terbiasa menghafal bersama rekan-rekannya. Tapi begitu masuk SMA, rekan-rekan yang selama ini menadi partner menghafalnya ini ternyata pindah sekolah. Ditambah persaingan menghafal yang tidak se-ketat di SMP, Syayma kini berada di titik terjenuh dalam perjalanannya menghafal Al-Qur’an. Seolah-olah semangat dan modal “nggak tahu diri” nya yang dulu dia miliki kini menghilang begitu saja.
Di tengah-tengah spiritnya yang semakin kendur itu, Syayma teringat akan orang tuanya. Hanya satu yang dia fikirkan saat itu: dia ingin memakaikan jubah dan mahkota kemuliaan untuk orangtuanya di syurga. Fikiran itu muncul di kelas XII, sebuah masa –yang kita ingat sendiri- apa yang kita lakukan di saat-saat itu. Belajar, ujian, belajar, ujian lagi! Itu saja aktivitas rutin anak-anak kelas XII. Iya kan?
Maka sekali lagi, inilah hebatnya Syayma. Saat yang lain berfikir “gimana caranya memaksimalkan waktu agar bisa lulus ujian dengan nilai terbaik?” Syayma justru berfikir “gimana caranya di sisa waktu ini bisa menyelesaikan hafalan Al-Qur’an”.
Lantas apa yang dia lakukan?
Saat saya menulis biografi tentang diriya ini, berkali-kali dia menekankan agar tidak mencantumkan kejadian ini. Dia tidak ingin orang lain menganggap dia sebagai robot atau manusia super yang bisa melakukan hal-hal mustahil. Tapi saya katakan kepada dia, cerita ini harus ditulis, agar orang-orang di luar sana mengerti bahwa tidak ada yang mustahil selama kita mau dan Allah mengizinkan. Maka, jangan anggap Syayma manusia super ya. Nanti saya yang kena marah. Hehe.
So, what did Syayma do?
Dengan keterbatasan waktu yang dia punya (karena mendekati ujian nasional), dia merencakana sesuatu yang -mungkin- mustahil untuk dilakukan. Syayma menghafal satu juz perhari! Sekali lagi, satu juz perhari! Caranya? Dia menghafal mulai dari ba’da maghrib sampai jam setengah 12 malam, lalu dia tidur setengah jam, bangun lagi, dan menghafal sampai subuh.
Ba’da subuh dia setoran setengah juz. Di waktu dhuhur dia memuroja’ah (mengulang) hafalannya. Ba’da isya, dia setor lagi setengah juz. Jadi praktis satu hari, dia bisa setor hafalan satu juz, dengan konsekuensi, dia harus tidur setengah jam sehari!
Ini hebat, sobat muda @FsdkIndonesia.. Mengingat dia juga harus fokus dengan ujian-ujian yang akan dia hadapi. Belum lagi, dia juga harus bertarung untuk memperebutkan satu kursi di perguruan tinggi negeri.
Bagaimana dia bisa seyakin itu untuk memilih menyelesaikan hafalannya daripada berfokus kepada ujian seperti kebanyakan orang?
Kata dia “aku yakin Allah nggak akan menyia-nyiakan semua ini, mas. Dan alhamdulillah, dengan segala kekuasaan yang Dia miliki, setelah masa perjuangan itu selesai dan setifikat hafidzah itu aku pegang, Allah mengistirahatkanku dengan menempatkan aku di Fakultas Kedokteran UNS melalui jalur SNMPTN Undangan”
Hebat ya, sobat muda @FsdkIndonesia.. Ini bocah emang bener-bener keren.
Sekarang mari berbincang tentang bagaimana Syayma mengatur waktunya.
Dengan segala kesibukan di kedokteran, bagaimana Syayma mengatur produktivitas waktunya? (Sekedar informasi, waktu jaman saya masih jadi mahasiswa dulu, beberapa kali kita anak-anak FK ini berangkat ke kampus sebelum jam 5 pagi. Jadi waktu yang lain berangkat ke masjid pakai sarung, kita berangkat ke kampus dengan pakaian lengkap dari kemeja tanpa dasi sampai kaos kaki. Hehe).
Saat ditanya tentang bagaimana dia mengatur waktu, mengingat dia juga adalah Wakil Ketua Umum sebuah UKM tingakt univ (UKM Ilmu Qur’an), Syayma mengatakan “Kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang tersedia. Jadi kita harus menutup keran-keran yang bocor dari waktu-waktu yang terbuang itu. Kalo selama ini aku mengaturnya dengan mengurangi waktu tidur aku. Biasanya aku tidur jam 11, dan bangun jam 1 atau 2. Nah kuncinya harus seneng ngelakuin semua yang kita lakuin. Kan hidup cuman sekali, kalo sesuatu yang kita lakuin terpaksa, ya rugi banget hidupnya. Nah tapi kalo kita kita menikmati perjuangan kita, capek yang seharusnya kita terima pun menjadi tidak terasa.”
Dia kemudian menambahkan sedikit cerita inspiratif. Jadi, Syayma ini kenal dengan seorang dosen dari FMIPA UNS. Beliau adalah doktor yang lulus dengan predikat cumlaude, menjadi ketua salah satu lembaga sosial terbesar di Solo, dan mempunyai kesibukan yang benar-benar padat luar biasa. Beliau belum menjadi seorang hafidz, tapi beliu pernah mengatakan hal ini ke Syayma “ Mbak Syayma tolong doain saya ya, sampai hari ini masih berusaha menjadi seorang hafidz qur’an, saya setiap hari menghafal satu ayat.”
Pesan dari Syayma adalah “Jadi, kita yang cuman jadi mahasiswa doang, belom ada tanggung jawab keluarga, masih muda, harusnya ngga ada alasan buat kita ngga ngehafal qur’an. Jadi sekarang ataupun nanti, kita harus tetap berusaha menjadi peghafal Al-Qur’an”.
Ckckck.. Hebat yak!
Menjadi juragan kerudung
Titik awal dari torehan Syayma yang satu ini terjadi saat ummi-nya terkena stroke. Dia melihat betapa sang Abi harus mengeluarkan banyak uang biaya pengobatan. Maka saat itu juga, dia mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa: Nggak boleh lagi ngrepotin Abi! Walau sebenarnya, Syayma ini bukan berasal dari keluarga yang tidak mampu. Kakak kandungya saja, Mas Marwan Hadid, beliau adalah CEO Sop Durian yang kini memiliki ratusan outlet di seluruh indonesia. Omsetnya? Miliaran! Jadi, Syayma ini adalah adik seorang miliarder. Ayah Syayma? Beliau seorang anggota dewan!
Ketika saya tanya, alasan apa lagi yang membuat dia tergerak menjadi seorang entrepreneur, kata dia “Hm.. selain karena kebutuhan pengobatan Ummi, aku sering lihat tumpukan proposal permintaan bantuan di meja nya Abi. Nah daripada duitnya Abi buat aku, mending buat dikasih ke orang-orang yang ngajuin proposal-proposal itu aja.”
Maka setelah itu, dia memutuskan menjadi juragan kerudung (merek kerudungnya “Afra”, Red. Tapi ini sensor ya. Di situs resmi tidak boleh ada iklan. Hehe.). Syayma ini menjadi reseller di surakarta. Ketika ditanya mengapa memilih kerudung, sebuah jawaban cerdas mengalir dari mulutnya “Karena kerudung itu kebutuhan primer setiap muslimah, Mas.”
Dengan bisnis yang dikelolanya saat ini, Syayma bisa memperoleh omzet hingga 15-20 juta per bulan. Hebatnya lagi, infaq yang dia keluarkan per bulan menembus angka 3 juta! Bayangkan, untuk ukuran mahasiswi semester enam, bukankah itu jumlah yang luar biasa?
Jadi bagian dari Beasiswa Aktivis Nusantara!
Sebelum bercerita tentang Syayma, sedikit saya ceritakan tentang Beasiswa Aktivis Nusantara, atau kami biasa menyebutnya BAKTINUSA. Ini adalah porogram dari divisi pendidikan Dompet Dhuafa yang memberikan beasiswa kepada 7 kampus (UI, UNS, ITB, UNPAD, UGM, UNSRI, IPB). Dimana dengan seleksi yang sangat-sangat ketat, dipilih beberapa aktivis dari kampus masing-masing untuk mendapat beasiswa selama dua tahun. Meliputi uang bulanan 800 ribu perbulan selama satu tahun, pendampingan karier pasca kampus, proyek sosial, training value, temu nasional, dan sekian banyak program lainnya. Beasiswa ini merupakan salah satu beasiswa paling bergengsi di kalangan mahasiswa diantara beberapa beasiswa lainnya.
Dan sekali lagi, Syayma membutikan kapasitasnya dengan menjadi salah satu diantara para penerima manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara. Saat ditanya bagaimana proses seleksi dan persiapannya, dia mengatakan bahwa awalnya dia minder, tapi kemudian dia meyakinkan dirinya sendiri bahwa setiap orang pasti punya potensi dan keunikan yang bisa membuat orang lain tertarik dengannya. Nah, potensi dan keunikan itu yang harus dimaksimalkan dan kita buktikan kepada dunia bahwa kita memang istimewa sejak dari awalnya!
Mungkin tulisan ini tidak bisa mewakili semua pencapaian dan sepak terjang seorang Syayma, namun semoga saja tulisan kecil ini bisa memberikan kita inspirasi dan meneguhkan kedudukan kita bahwa sampai kapanpun, orang-orang yang dekat dengan Allah itu adalah manusia terbaik yang siap menjadi permata untuk zamannya. Maka sudah seharusnya, para Aktivis Dakwah Kampus itu menjadi permata yang menghiasi zamannya. Karena itulah takdir milik kita yang harus kita songsong bersama-sama!
Terkahir, ada pesan nih dari seorang Syayma buat kita-kita…
“Hidup kita cuman sekali, kalo misalkan segala inspirasi yang kita hasilkan itu tidak menjadi bagian dari ketaatan kita kepada Allah, itu percuma. Kan perintah kita hidup di dunia ini untuk bertaqwa dan beribadah pada Allah. Pemuda itu ibarat matahari tepat jam 12, paling kuat sinarnya. Maka berikan sinar itu untuk saudaramu, tapi kamu juga harus memastikan bahwa kamu tetap kokoh. Tetap dekat dengan Allah dan tetaplah menjadi isnpirasi untuk yang lainnya.”
Demikian, sobat muda @FsdkIndonesia.. Selamat istirahat ya.. Pasca kita menebar kebaikan dalam agenda #1000AgenFSLDK di puluhan kota di Indonesia hari ini, sepertinya sudah saatnya untuk istirahat.. Semoga kedepannya, FSLDK dan orang-orang di dalamnya selalu menjadi inspirasi u[truncated by WhatsApp]
Forever young!
Kamis, 23 Juli 2015
Sabtu, 18 April 2015
Jangan Biarkan Mereka Terbuka! Kita Ingin Sukses
Kata kata ini sebenernya udah familiar banget kan di telinga kita.
Tapi banyak juga bahkan bisa dibilang semua dari kita gak bisa terlepas
untuk ngelakuin hal yang satu ini. Mengenaskanya, hal yang sulit kita
hidari itu punya sebutan “maksiad”. Sebagai remaja muslim pasti lah kita
gak bakal ngerasa nyaman pas kita lagi ngelakuin maksiad. Disaat kita
ngerasa nyaman, pasti dihati kecil kita ada sinyal sinyal yang ngingetin
kita tentang keharamannya dan takut akan adzab Allah. Semua itu
sebenernya tergantung sama keimanan seseorang. Allah Dzat yang menguasai
hati manusia maha tau akan kondisi hati. Hati yang terus dipenuhi
dengan ilmu dan iman pasti gak karuan kalau termasuki oleh maksiad.
So,
kita harus tau nih, apa aja pintu pintu maksiad yang pastinya
mematikan. Yuk kita search apa aja yang harus kita kenali secara detail
tentang pintu pintu mematikan ini.
- Al-Lahazhat (Pandangan)
Yang
satu ini bias dibilang ‘provokator’. Secara! syahwat and virus virus
mematikan lainnya pertama kali bersumber dari pandangan khianat.
Sangking bahayanya, Rosul kita banyak mengingatkan sahabatnya. Nih,
rosul bersabda,
“Janganlah kamu ikuti pandangan (pertama) dengan
pandangan (berikutnya), karena pandangan (pertama) itu boleh buat kamu,
tapi tidak dengan pandangan selanjutnya.” [HR. at-Tirmidzi, no 2777 dan
Abu Dawud, no 2149 dan dihasankan oleh Al- Albani]
Dari musnad imam Ahmad Rosul juga bersabda,
“Pandanga
itu adalah panah beracun dari panah panah iblis. Maka barang siapa yang
menundukan pandangannya dari kecantikan seorang wanitakarena Allah,
maka Allah akan memberikan dihatinya kelezatan (iman) sampai hari dia
akan bertemu denganNya kelak.” [HR. Ahmad, 5/264]
Ya, bener banget
kalau kita bilang pandangan adalah asal muasal musibah yang menimpa
manusia. Kenapa? karena, pandangan itu akan melahirkan lintasan dalam
benak. Terus, dia bakal ninggalin banyak pikiran yang gak seharusnya ada
diotakkita. Ya dia berupa syahwat dan keinginan. Buahnya? Apa yang
tadinya cuma melintas sekarang terjadi. Lagi lagi mikirin sidia yang gak
halal yang ngebuat kamu bisa ngelakuin maksiat persekonnya. Kan kasian
hati dan otak jadi korban, belajar jadi gak fokus, menghafal jadi gak
hafal hafal etc. Kondisi ini akan berlangsung terus selama gak ada yang
menahan dan menghalanginya. Kadang aku suka ngerasa bingung sendiri,
udah tau pandangan khianat itu beracun, kalo kata orang sekarangmah,
sakitnya tuh disini, tapi lukanya gak ngehalangin dia buat ngelepas
pandangan beracun tadi. Hanya Allah tempat kita meminta pertolongan.
- Al- Katharat (pikiran yang terlintas)
Kalau
pikiran yang terlintas, masalahnya lebih rumit. Disini tempat mulainya
aktifitas, baik atau buruk. Dari sinilah lahirnya keinginan untuk
ngelakuin sesuatu sampai akhirnya jadi tekat yang bulat. Pikiran pikiran
itu akan terus melintas di dalam hati seseorang, dan akhirnya Cuma jadi
angan angan tanpa makna.
“dan orang orang kafir, amal amal mereka
adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh
orang orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak
mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah
disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal amal dengan
cukup dan Allah maha cepat perhitungannya.” (An-Nur: 39)
Allah
memisalkan amal amal orang kafir itu sebagi fatamorgana. Ini permisalan
hati hati mereka, gak ada kebaikan dalam amal perbuatan mereka. Secara!
Amalan akan luntur kalau gak ada keimanan. Kasihan banget ya orang orang
kafir yang gak punya iman itu. Udah hidupnya susah rusak lagi. Amalnya
juga percuma, fatamorgana! Perasaan tenang dan puas dengan kondisi kaya
gini jelas banget ngegambarin betapa gak berkualitasnya hidup orang
orang yang kosong dari keimanan. Pantaslah neraka jadi masa depan yang
jelas buat orang orang kafir.
Nah.. gimana nih kita sebagai remaja
muslim? Pastilah, setiap yang kita lakuin didunia ini punya kualitas
yang ter-OK. Gimana ngak? Alah dan RosulNya udah memanage kita sebagai
ummat yang terbaik. Sebagai remaja yang punya cita cita dan pemikiran
dengan kualitas tinggi. Sebenernya, apa sih yang dibilang pemikiran
dengan kualitas tinggi?
OK! Orientasikan pikiranmu untuk ayat ayat
Allah. Gak Cuma baca, tapi tadabbur juga. Massa buku buku sains dan
bergudang ilmu pengetahuan lain kamu baca ampe diteliti tapi ayat ayat
Allah kamu tinggalin? Padahal sudah lama kita sadari kalau hati itu haus
akan ayat ayat Allah. Hati butuh sandaran pada Rabbnya. Hati perlu
memikirkan tanda tanda kebesaran Rabbnya.
Coba sekarang kita
belajar untuk paham akan tanda tanda kebesaran Rabb kita, mulai dari
kita belajar biologi. Kita kagum dan selalu muji Rabb kita yang udah
nyiptain makhluqnya dengan seperfect mungkin. Dari materi terkecil
ditubuh kita sampai terbentuk tubuh dengan organ organnya yang sempurna,
semua berkerjasama dengan fungsi mereka masing asing untuk menjalankan
aktifitas harian kita dengan seoptimal mungkin. Emang mereka berkerja
dang menghasilkan fungsi masing masing dengan sendirinya? Ngak kan?
Mereka semua berkerja atas perintah Rabb mereka. Mereka bisa melakukan
fungsi yang berbeda dengan izin Rabb sang pencipta.
Sekarang kita
belajar fisika, kita jadi tau gimana Allah ngatur semua gerak yang
disimpulkan dalam beberapa postulat dan rumus tentang semua gerak dibumi
ini. Dari mulai sesuatu yang keliatan sampai yang gak keliatan.
Gelombang misalnya. Mareka punya perhitungan yang Allah sempurnakan dan
jelaskan kekita. And WAW! kita bisa ngerasain aplikasi gelombang itu
dalam hidup kita sehari hari. Aplikasi gelombang kita butuhin banget.
Hampir bisa dipastiin setiap harinya semua dari kita memakai aplikasi
gelombang. Gadget kamu gak berfungsi kan kalo gak ada gelombang? Itu
baru gadget lho sob, trus gimana badan antariksa dapet informasi dari
satelit yang ada diluar angkasa klo bukan dengan aplikasi gelombang? Apa
kamu udah mensyukuri nikmat Allah yang kamu rasakan pada salah satu
dari banya nikmatNya yang Allah kasih ke kamu?
Belajar kimia juga,
betapa maha kuasanya Rabb kita nyiptain unsur, ion, partikel yang
bergerak dan punya reaksi yang beda beda. Masih banyak lagi deh contoh
yang laen. Kamu yang udah SMP or SMA pastilah udah banyak pengetahuan
tentang ini. Sekarang mulai kita coba untuk merenungkan semua tanda
kekuasaan Allah dari semua pelajaran yang kita pelajari.
Jangan
lupa yang ini. Selesai kita tau betapa maha kuasanya Allah. Sekarang
kita tunaikan hak hak Allah. Apa coba? Ya! Beribadah hanya kepadanya dan
tidak mempersekutukannya dengan sesuatu apapun. Kita tunaikan kewajiban
kita sebagai seorang hamba, berama sholeh dan selalu bersyukur atas
nikmat yang udah Allah kasih ke kita. Kamu pasti nyadar kan kalau kita
ini, simanusia lemah. Gak ada yang bisa kita lakuin kalau Allah gak
bantu kita. Nah, dari situ kita selalu merasa butuh, bahkan sangat butuh
dengan kasih sayang Rabb kita. Itu juga salah satu senjata ampun
untukmu melawan hawa nafsu.
Satulagi yang kualitas ter-OK jalan
pikiran seorang muslim. Memanage waktunya dengan sebaik mungkin. Kadang
nikmat waktu luang Cuma bisa didapein sama orang yang super sibuk.
Berharap waktu bisa ada 25 jam sehari. Itu gakmungkin kan? Sekarang coba
kita pikirin kesibukan apa yang kita lakuin selain belajar formal di
sekolah or kuliah? Banyak kan? Ada tugas, menghafal qur`an, mengkaji
kitab kitab ulama salaf, dateng ke majlis ilmu, dan masih banyak lagi
hal hal bermanfaat lain. Terus, gak ada lagi kata ngelamun dan ngayal
yang ngak ngak bukan? Kalau kamu udah bisa ngelakuin ini dengan
konsistensi yang baik, InsyaAllah hidup kamu punya kualitas ter-OK.
- Al- Lafadzhat (Ucapan)
Kalau
yang ini kita kudu ati ati mencegah keluarnya kata kata gak manfaat
terlebih kata kata yang berdosa yang keluar dari lidah kita. Dalam
hadist anas yang marfu’, disebutkan “Tidak akan istiqomah iman seorang
hamba sehingga hatinya beristiqomah, dan tidah akan istiqomah hatinya
sebelum lidahnya beristiqomah” [ RH. Imam Ahmad, 3/198]
Imam ibnul
Qoyyim juga menulis: kalau anda ingin mengetahui apa yang ada dalam
hati seorang maka lihatlah ucapan lidahnya. Ucapan itu akan menjelaskan
kepada anda apa yang ada dalam hati seseorang, dia suka ataupun tidak
suka.
Sekarang, banyak orang yang merasa gampang ngejaga dirinya
dari makanan haram, zina, mencuri, membunuh, dan perbuatan haram
sebagainya, tapi susah buat mengawasi lisannya sampai sampai orang yang
dikenal punya pemahama agama, dikenal dengan kezuhuan dan ahli ibadah,
ternyata juga masih berbicara dengan kalimat kalimat yang mengundang
kemurkaan Allah. Dari ummu Habibah istri nabi, dari Rosulullah beliau
bersabda, “Semua ucapan anak adam itu berdampak negative kepadanya
kecuali amar ma’ruf, nahi munkar atau dzikir kepada Allah.” [RH.
Tirmidzi dan dihasankan olehnya]
Makanya, kita harus hati hati banget sama lisan kita sendiri.
- Al- Khatawat (Langkah Nyata)
Nah
ini nih.. setelah kita tau pintu pintu maksiad yang tertera diatas,
kita harus menutupnya! Jangan biarkan opnum opnum penghancur cita cita
dan masa depanmu membabibuta pada keempat pintu ini. Jadi sekarang kita
butuh komitmen bersama. Say no to PACARAN, BUANG BUANG WAKTU, MIKIRIN
YANG NGAK NGAK, NGOMONG KOTOR, TAWURAN, NGEROKOK etc…………… KITA INGIN
SUKSES! SAY NO TO MAKSIAD!
*Referensi: Laataqrobu Az-zina karya Ibnul Qoyyim Al-jauziyyah
Minggu, 04 Januari 2015
Get back the lost generation!
Bismillah,
Okay guys, kita diajak berselancar. Kembali mengingat, membuka sejarah yang semua dari kita yakin banget kalo sosok yang aku tulis diartikel ini sangat berjasa sama kamu semua. Tapi aku gak yakin kalau semua dari kalian kenal beliau lebih dalam. Disini, kamu bakal kenal beliau selangkah lebih dekat. Kenapa aku bilang selangkah? Karena aku cuma mengkisahkan satu aspek dari kehidupan beliau. Apa tuh? Ikuti artikel ini sampai selesai. Disini, kamu bakal aku kasih tau sejarah yang singkatnya, ini urjensi banget buat para kaula muda yang sedikit banyak kehilangan idola sesungguhnya. The lost generation.
Kita mulia dengan islam, mulia dengan Al-quran kitab yang Allah turunkan kepada sosok yang mulia nabi kita Muhammad Shallallhua’laihi wasallam yang menjadi cahaya bagi seluruh alam. Gak Cuma itu, agama kita dijaga dengan semurni murninya. Itu janji Allah tertera dalam Al-Qur’an Allah berfirman,
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
"sesungguhnya Kamilah yang menurunkan AlQuran dan sesungguhnya Kami benar-benar memiliharanya" (QS AlHijr : 9)
Selain itu, Allah telah menjaga Agama ini lewat orang orang hebat. Kamu pasti kenalkan sama Imam Bukhori? Imam muslim? Gak ada yang ngeraguin kemurnian hadist yang tertera pada kitab shohih mereka. Imam bukhari wafat tahun 256H, sudah sekitar 1180 tahun lalu jasad beliau meninggal, tapi ilmu yang beliau tulis masih terkenang. Bayangin aja, kitab ini jadi kitab tershohih setelah Al-Qura’n menurut para ulama hadist. Dikitabnya ada sekitar 9.082 hadist, beliau sendiri hafal 100.000 hadist shohih. Waw bgt kan? MasyaAllah. Kamu sendiri hafal berapa hadist nih? Hehee.. memang harus diakui, kita gak ada apa apanya sama kehebatan beliau.
Nabi kita Muhammad, Beliau telah membuktikan bahwa beliau adalah guru paling hebat. Lihat saja siapa murid muridnya. Siapa yang tak kenal Umar? Seorang ksatria pemberani. Ketika hijrah saja kaum quraish tidak ada satupun yang berani menghalangi umar bin Khottoh. Bukan hanya umar. Tentu kamu kenal Abu Bakr. Seorang yang khulafaurrosyidin pertama yang beriman pada Allah. Mengharap kehidupan yang tinggi di akhirat. Laki laki yang amat dermawan yang menginfakan seluruh hartanya dijalan da’wah. Bayangin! Semua hartanya. Ada lagi nih murid rosul, ibnu Abbas. Seorang pemuka kaum muslimin dibidang tafsir. Karena keluasan ilmunya dibidang tafsir, bahasa, dan ilmu sya’ir arab, beliau diberi gelar sebagai ulama dan lautan ilmu. Beliau yang dikatakan oleh Ibnu Masu’d sebagai sebaik-baiknya penerjemah Al-Qura’n. beliau dipanggil oleh Khulafaur Rosyidin untuk diminta nasehat dan pertimbangannya dalam berbagai perkara, beliau menjadi gubernur pada zaman ‘Utsman tahun 35H, ikut serta bersama ‘Ali bin Abi Tholib untuk memerangi kaum khawarij, dan beliau adalah orang yang cerdas dan kuat perkataannya. Banyak lagi murid murid terhebat sepanjang masa lainnya. Diantaranya mereka para prajurit perang Rosulullah yang gagah berani. Mereka tidak takut mati. Karena mereka tau, kehidupan akhirat itu jauh lebih baik dan lebih kekal. Prajurit prajurit yang tidak pernah mundur selangkahpun dari medan peperangan.
Pertanyaaan besar. Kemanakah orang orang seperti mereka sekarang? Coba kamu jawab. Generasi tersebut telah wafat. Sepeninggal guru hebat kita, muncullah berbagai perpecahan dan kebobrokan paradigma pada sebagian manusia. Terlebih lagi zaman sekarang. Generasi itu hilang, hampir saja tidak terdeteksi. Memang tidak akan ditemukan lagi manusia manusia hebat seperti Abu Bakr, Umar, dan sahabat rosul lainnya. Tapi bukankan mereka telah menyisakan karakter yang seharusnya menjadi contoh kita yang hidup dizaman ini?
Rosul mendidik mereka dengan pendidikan Al-Quran, pendidikan berkarakter. Dan ini sudah terbukti. Guruku, semoga Allah menjaganya dia pernah bercerita. Ketika ia melanjutkan kuliah S2nya di salah satu universitas swasta jurusan pendidikan islam dosennya berkata. “Pendidikan itu sebenarnya mendidik, menjadikan manusia sebagai manusia” apa kamu bisa koreksi perkataan tersebut? Okay, guru ku melanjutkan dia bilang pada dosennya, “Pak, manusia itu sikap asalnya dzolim, bodoh, dan masih banyak lagi sikap manusia yang Allah cela dalam Al-Qur’an. Pendidikan yang sesunggungnya itu mendidik manusia untuk menjadi hamba Allah. (Adz-dzariyat: 56 ) “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” Karena apa pak? Karena hamba Allah itulah manusia unggul. Manusia yang patuh akan semua perintah Allah. Allah bilang jangan mencuri, jangan berzina, ya dia mentaatinya. Gak ada kejahatan yang dilakukan jika memang para guru mencetak hamba Allah” Sang dosen pun terdiam menerima.
Bukti nyata sudah kita lihat tadi. Rosul mendidik mereka pertama dengan aqidah yang shohih. Agar mereka menjadi sebenar benarnya hamba Allah. Coba kita lihat wasiat Rosul kepada Ibnu Abbas
عَنْ أَبِي الْعَبَّاسِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْماً، فَقَالَ : يَا غُلاَمُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: اْحْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ اْلأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ اْلأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفِ(رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح)
Dari Abu Al Abbas Abdullah bin Abbas radhiallahuanhuma, beliau berkata : Suatu saat saya berada dibelakang nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda : Wahai ananda, saya akan mengajarkan kepadamu beberapa perkara: Jagalah Allah, niscaya dia akan menjagamu, Jagalah Allah niscaya Dia akan selalu berada dihadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah sesungguhnya jika sebuah umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu atas sesuatu, mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikitpun kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu, dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu atas sesuatu , niscaya mereka tidak akan mencelakakanmu kecuali kecelakaan yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering.
(Riwayat Tirmizi dan dia berkata : Haditsnya hasan shahih).
Coba lihat! Rosul memulai nasihatnya dengan kata kata, “Jagalah Allah!” Maksudnya jagalah batas-batas Allah, hak-hakNya, serta menjaga perintah perintah dan larangan laranganNya. Inilah didikan Rosul. Menjadikan seseorang sebagai Hamba Allah, bukannya manusia yang dzholim. Yang selalu berkeinginan dalam berbuat keburukan. “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (AL-Ahzaab:72) “ Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku”(Yusuf:53). Seorang muslim, sebagai hamba Allah tidak dzolim, jika mereka yang muslim diluar sana sadar, menimba ilmu agama dengan sungguh sungguh, bertauhid pada Allah, mempelajari Al-Quran kemudian mengamalkannya, dijamin, tingkat kriminalitas dinegri kita turun drastis. Karena apa? Karena sifat iman, karena sifat taqwa. Ia takut akan neraka Allah. Ia takut akan adzab Allah. Sehingga sifat itu membawa jasadnya dalam ketaaatan kepada Sang Kholiq “Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras” (Hud:102) Seseorang muslim yang sesungguhnya mengharapkan apa yang Allah janjikan sehingga ia bukan manusia pengecut, Allah berfirman: “Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (An-Nisa:104)
Skarang, kita sebagai kaula muda. Sebagai penerus bangsa ini. Udah sepantesnya kita sadar, kalau slama ini generasi itu menghilang. Sekarang kalau bukan kita siapa lagi? Coba kamu lihat banyak fenomena dinegri kita yang menjauhkan seseorang dari predikat hamba. Mulai dari kemaksiatan yang terasa begitu manis dan renyah. Sampai hal yang paling Allah murkai yaitu berupa kesyirikan dan kekufuran. Siapa yang harus kita benahi terlebih dahulu? Ya! Paradigma/cara berfikir kita. Sudahkah kita mencontoh apa yang Rosul kerjakan? Sudahkah kita mencontoh paradigma shohabat dalam memahami apa yang Allah dan RosulNya perintahkan? Sudahkah kita menjadi contoh untuk masyarakat dengan bagusnya karakter kita? Seharusnya kita kembali pada pendidikan islam. Bukan mengikuti, mengidolakan bahkan berkiblat kepada barat dan kaum sekuler. Islam sudah menerangkan konsep pendidikan dan semua aspek kehidupan secara sempurna. Jauh dari Al-Qur'an merupakan awal kehancuran generasi muda kaum muslimin. Kamu harus mengerti.
Okay guys, now let's change! Kamu generasi penerus. Kamu yang akan ngurusin negri ini ntar. Terlepas dari kamu jadi apa aja nanti. Kita adalah generasi penerus buat negri ini. Kamu tau? Musuh-musuh islam diluar sana sudah mencium bau kelemahan kaum muslimin. Mereka tau, sekarang kaum muslimin banyak yang bodoh dengan agamanya sendiri, banyak yang cinta dunia dengan kecintaan yang melebihi segalanya, kaum muslimin belum siap untuk melawan. Pilihan ada ditangan kamu melawan atau ditawan. Hai pemuda bangsa! Bangkit! Jangan lemah, jangan sudi terbuai dengan rayuan opnum opnum penghancur ummat. Miris melihat pemuda yang mudah dilemahkan oleh lingkungannya. Lemah hanya gara manusia lemah, contohnya sang doi. Lemah hanya bisa berjoget dipanggung dan membanggakan artis artis yang berjoget dan membuka aurat mereka kehampir semua layar indonesia. Mana ksatria yang lihai berpedang seperti Umar bin Khattab? mana ksatria yang pandai dalam srategi peperangan seperti Khalid bin Walid? Miris mendengar berita yang lagi lagi isinya anak SMA tawuran. Mana pahlawan yang berhati lembut dan berloyalitas kepada sesama kaum muslimin? Yang terpenting juga, kita menjadikan Rosul dan para sahabatnya menjadi idola, agar kita senantiasa mencontoh manusia manusia hebat seperti mereka. GET BACK THE LOST GENERATION!!
Rizky Lestari XII IPA 1 MA AN NAJIYAH BANDUNG
Referensi:
Wasiat nabi kepada Ibnu Abbas, Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Yusyiku An Tada'a 'Alaikum Al Umamu, Syaikh Abdul Aziz Bin Baz
http://teachermuhammad.tumblr.com/
http://ferrypalestine.blogspot.com/2013/05/apa-itu-tarbiyah.html
http://iamalima.org/conqueror-of-hearts/
https://haditsarbain.wordpress.com/2007/06/09/hadits-19-mintalah-pertolongan-kepada-allah/
Sabtu, 01 November 2014
Santri? Itu Kami
Bismillah..
Assalaamua’laikum sobat blogger. Bertemu lagi dengan kiky
yang udah agak lama off dari blognya. Did you miss me? of course! Wkwk Bukan karena
males atau apa sih. Karena ini modemnya jadi lemot banget sangat sekali. Hehehe.
Sekedar mau sharing aja nih. Besok kan kita udah pada balik ya kepondok, dan
mungkin sekitar dua bulan lagi kita balik kerumah. Nah sebenernya kiky pengen
bagi bagi pengalaman aja. Gimana serunya jadi santri yang beneran santri. Lah kak?
Emang ada santri gadungan gitu? Wkwk yang gadungan tuh namanya bukan santri
neng. Yowes lah, lebih lanjutnya baca aja tulisan kisah kiky yang satu ini
sobat. Pasti pengen tau banget kan? Iya kan? let's check!
Menginjak kelas 12 di pesantren itu……
WAW banget. Hello! Kiky! Dirimu sekarang menginjak
kedewasaan, dan kamu menjadi kakak kelas tertinggi sekarang di sekolahmu. Padahal
ya sobat. Kiky sendiri gak ngerasa dewasa. Ya kalian pikir aja deh. Kalian nih
ya yang dari dulu hidup di ruang lingkup pesantren yang biasanya banyak
didomisilir ama anak anak yang kerjaannya tiap hari hampir sama. Ini terlepas
dari anak yang rajin ato males ya. Pokoknya jadwal kita nih sebagai anak pondok
setiap hari hampir sama. Mulai dari bangun tidur sampe bangun tidur lagi ampe
bangun lagi. Aku hanya mengangap yang dewasa disini itu Cuma para asatidz dan
ustadzah aja. Aku dan teman teman juga masih bingung. Kita sekarang udah di
akhir tahun melepas masa jabatan sebagai osis dan terlebih jadi anak sekolah.
Sampai suatu saat….
Kedewasaan itu ternyata tersirat. Banyak yang Nampak. Panggil
saja sifulanah. Dia anggota osis juga sekelas denganku. Aku banyak belajar dari
dia. Bisa dibilang lah dia anak yang banyak difans-in ama ade ade kelas. Emang sih
gayanya yaa pantes lah klo dia banyak fans nya. Di osis kerjanya kalo aku nilai
sih yaa dia dapet predikat “sangat baik”. Emang dia wibawa, teges, gak takut
sama orang. Hatta ama orang tua santri sekalipun. Emang tugas dia diqism amn
menuntut dia biar jadi sosok yang pemberani. Gak disangka sangka. Kitapun yang
dulu yang hanya nganggep diri kaya anak anak kini aku ngeliat sendiri gimana
temenku berimbibisi. Wkwk dikira biji nyerep air karena beda potensial?! Walau
dia gak tambah gede kaya biji yang lagi imbibisi, tapi dia tembah dewasa. Ya bener!
Kedewasaan itu gak bisa diukur. Hidden lah, tapi sometimes seen.
Sampai lah saatnya kita pergantian osis. Osis kita namanya
FORSAN yang diketuai oleh kiky. Siapa sih kiky tea? Gak tau abdi juga hehee. FORSAN
bukan kaya osis biasa kaya disekolah sekolah umum lainnya. Di forsan ini kita
sering sebut sebut sebagai ladang da’wah. Pokoknya kerjaan kita ya seharian
buat ngajak santri untuk ngejalanin kewajibannya yang intinya jadi hamba Allah
yang sholih. Singkat cerita kiky sendiri diangkat jadi ketua dewan syuro
(pemilihan kanidat kanidat forsan baru). Ya ini rasanya abstract banget. Bayangin
aja disaat suka cita dicampur jadi satu. Disisi lain aku seneng banget lengser
karena berbagai macam factor salah satunya forsan tuh amanah yang gede buanget
dan makan waktu yang cukup banyak. Tanpa paksaan or automatically aku jadi orang yang sibuk banget asli. Ya itu
bagian seneng nya lepas dari tanggung jawab forsan. Dukanya? Salah satunya kita
bakalan flashback ama kenangan manis pahitnya jadi anak forsan. However kita
bakal kangen yang biasa kita rapat ampe malem, bikin + jadi panitia inti klo
ada acara acara, punya tanggung jawab yang bisa kita jadiin ladang pahala,
ngerjain mading ampe baru tidur malem aja abis solat shubuh alias begadang. Ya seenggaknya
kerasa banget lah gimana dinginnya bandung yang amat sangat menusuk malem malem
kita ngerjain mading ampe pagi. Sampe ada yang tepar depan jalanan depan mading
setelah dia geret geret kasur orang. Itu lucu banget lah kenangan kita. Dijamin
sobat sobat gak pernah ngerasain deh.
Kita kita dewan syuro dikasih tugas buat ngerekrut ketua
forsan dan para ketua qism (anggota) forsan yang baru. Minggu minggu sibukpun
terlewati. Thanks banget lah buat bantuan semua forsan yang dengan izin Allah telah
mensukseskan acara “Midnight memories FORSAN”. Kiky Cuma bisa do’a
jazaakunnallahu khairon ya atas bantuannya. Look! Pas kita lagi moment sibuk
sibuknya. Kedewasaan itu muncul lagi. Terutama aku liat dari anggota dewan
syuro yang isinya keenam ketua qism. Mereka tau banget siapa calon calon
pengganti mereka yang mau direkrut pas pelantikan entar. Tentu lah kita gak mau
dapet yang ecek ecek. Mereka mempertimbangkan sematang mungkin yang pasti
banyak dari mereka yang udah istikoroh. God job! You did well! Akhirnya kita
dapet dan sekarang forsan baru udah dilantik. Legaaaa buanget sangat sekali.
Kita sampai pada hari kamis, hari terakhir sekolah soalnya
sabtu kita libut UTS. Pas itu tanpa kita sadari kita bergabung dicerita siang
singkat sama bu Ima tentang gimana masa kuliahnya dulu. Yang tadinya kita mau
belajar kimia dengerin persentasinya temen kita eh malah jadi cerita cerita. Tapi
no problem soalnya ini bermanfaat
banget, jiddan. Selese kita cerita cerita kita gak boleh keluar kelas. Dan kita
bikin perkumpulan kelas yang disitu berisi 19 anak manusia. Aku bangga banget
ya disebut anak manusia bukan anak primata *wiih nyindir sapa loh? Wkwk sorry
kak*. Jadi gini nih, kita mau bincang bincang kedepannya setelah lulus pada mau
ngapain. Emang ditaqdirin aku harus kebagian ngomong pertama kali. Aku disitu bilang
abis lulus mau kepondok tahfidz dan ngambil sanad insyaAllah. Trus yang lain
juga pada berorasi eh berpartisipasi. Ada yang mau ikut aku ke pondok tahfidz,
ada yang mau kuliah dan macem macemnya lah. Ada juga yang masih bingung kuliah
ngambil fakultas apa. Ada juga yang abis lulus mau nikah. MasyaAllah temen aku
udah pada gede ya. Gak nyangka yang dulunya masih pada balita yang ingusnya
meler kemana mana sekarang udah siap ngurusin yang igusnya meler + ee dicelana.
Good. Itu keliatan banget dewasanya.
Libur telah tibaa……
Walau Cuma seminggu. Pasti berarti banget deh buat santri.
Santri yang beneran santri. Yang gadungannya? Ya gak tau. Tanya aja ama google!
Ngaa ngaa.. yakin aku mah santri dimana mana liburan pasti beda banget
kegiatannya sama dipondok. Ada berbagai macam genre. Walah banyak lah pokoknya.
Klo aku klasifikasiin malem ini juga bakal tidur besok kali aku. Biasanya yang
dipondok nya rajin buanget nyampe rumah dia bisa tambah rajin ato tambah gak
rajin. Aku yang mana ya? Gak tau! Dibilang tanya aja ama google! Gimana bisa gitu? Ya karena
emang dorongan nafsu tuh pasti ke arah keburukan (Qs.Yusuf : 53). Biasanya yang
dipondok gak ada internet, smartphone, etc. Dirumah segala tersedia. Sekarang gimana
dianya aja buat manfaatin waktu liburannya sebaik mungkin. Trus, yang
dipondoknya males malesan? Kepriben koe to ndok? Yang dipondok rajin aja bisa
mengalami penurunan yang signifikan ketika balik ke rumah. Apa lagi yang
dipondoknya udah males malesan. Sebenernya ini kudu kita jadiin pacuan buat
kuda kita, buat al-khirsh (Semangat, Motivasi) dirikita buat jadi semaksimal
mungkin untuk ngelakuin apa yang kita bisa kapanpun dimanapun tentunya dengan
niat yang ikhlas. Nah itu. Yang gadungan tadi gimana? Nih ya baca nih
penting! Gak ada santri yang gadungan. Pesantren bukan bengkel anak nakal
apalagi anak kuper. Santri yang sejati (red-tholibul i’lm) yang sesungguhnya
dia bakal terus belajar dan mengamalkan ilmunya dengan niat yang ikhlas. Mau dirumah
kek mau di hutan kek, mau dimanapun. Al-Quran tetap dihati bukan hanya ditas. Tapi
inget! Dihati. Senantiasa menjaga hafalannya dimanapun. Lisannya basah karena
berdzikir. Dan dzikir yang paling agung adalah membaca Quran seraya mentadabburinya.
Oke sekarang closing……
Setiap hembusan nafas orang mu’min itu sebenarnya bisa
bernilai pahala. Camkan ya sob! Bisa bernilai pahala. Jika dia melakukan
suatu amal walau mungkin orang ngeliatnya sepele tapi dia lakuin amal itu
dengan ikhlas hanya mengharap ganjaran dari Allah. Contoh aja ya, sebagai
santri. Ngambil galon aja buat anak kamarnya minum. Itu bisa jadi point pahala
yang gede klo dia ikhlas. Bayangin aja, mungkin kita gak ada yang nyadar kalau
kita (sebagai penuntut ilmu juga) minum dari air yang dia bawa. Ngasih sabun ke
temen lah sampe senyum aja buat nyenengin saudaranya semuslim itu jadi shodaqoh
kan kalo ikhlas.
Sedikit tambahan, kata kata ini aku ucapin pertama kali gara
gara ngeliat adik adik fosan baru pada nangis gara gara takut gak bisa jalanin
amanah ini dengan baik. Atau mungkin keberatan, entahlah. Padahal mereka bisa. Mereka
cerdas! Kata kata ini aku ulang dan diperlengkap di sambutan ketua forsan lama pas pelantikan “midnight
memories” Apa coba? Nih kurang lebih... “Sesuatu yang kita lakuin karena Allah itu pasti
diberi kemudahan. Kenapa? Karena kita menggantungkan seluruh urusan kita pada Rabbula’lamin.
Kegagalan dan sandungan itu berasal dari rasa percaya diri kita sendiri yang
terlalu tinggi sehingga kita menggantungkan urusan/kemampuan pada dirikita. Entah
itu kita terlalu percaya klo diri kita gak bisa ngelakuin hal tsb (pesimis)
atau kita terlalu sombong dan menganggap diri kita terlalu bisa. Karena tidak
ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah. Bismillah, kita lakukan
semua karena Allah dan kemudian bertawakkal.” Iya tawakkal sobat.. siapapun
kita. Kita harus bertawakkal.
Ya mungkin ini aja beberapa penggalan kisah kiky menjadi
santri yang benerannya. Seru banget pastilah only in boarding schools, not in
other schools. Buat adek adek FORSAN baru… SEMANGAT YAA!! CAMACAH *kata
ustad.Fahri mah* Moga manfaat yaa.. klo ada typo insyaAllah akan diedit. Kritik
dan saran kami terima. Wassalaamua’laikum warohmatullahi wabarokaatuh.
Rizky Lestari binti Lestariyanto May Dani
Lailah muharrom, 1 november 2014
selesai jam 23:12 WIB
Jumat, 29 Agustus 2014
Semua Cinta Termuara KarenaNya
Bismillah..
Semua aku mulai dengan memuji Rabbku. Segala puji bagi Allah yang
telah menciptakan kecintaan kepadaNya sebagai bukti ketaatan dan ketundukan
seorang hamba kepadaNya. Mahasuci Allah yang membolak balikan hati kemudian
menetapkan hati tersebut agar selalu berada dalam ketaan padaNya. Mahasuci
Allah yang yang melebihkan orang yang mencintaiNya, mencintai Rosul dan
kitabNya dari pada seluruh pencinta. Atas cintalah Allah memberikan fitrah
kepada makhluq makhluqnya. Dengan cintalah jiwa manusia mendapat keberuntugan
karena mendapat harapan yang besar berupa terhindar dari keinasaan dan
menjadikan hidupnya tertuju pada satu titik penghambaan yang sempurna kepada
Rabbnya. Dengan cinta juga seorang hamba bisa merengguk kelezatan iman, karena
ridho kepada Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai
rosul.
Aku bersaksi bahwa tiada illah yang berhaq disembah dengan benar
melainkan Allah semata. Tidak ada sekutu baginya. Baginya kesempurnaaan
Rububiyyah, Uluhiyyah dan Asma`wa siffah. Semua itu dibuktikan seorang hamba
dengan memasrahkan diri karena bentuk kecintaan kepadanya, mengakui dan
mensyukuri nikmatnya, mengharapkan rahmat dan ampunanNya, pasrah kepada daya
dan upayaNya, hanya berlindung dan bermuara kepadaNya, dan tidak beralih dari
penyembahan kepada selainNya.
Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba da rosulNya. Beliau
adalah sebaik baik makhluqnya, diutus untuk menyeru kepada iman, mengajak ke
syurga, dan menuntun ke jalan yang lurus.Menyeru kepada yang ma`ruf dan
mencegah kepada yang mungkar. Kehinaan bagi siapa saja yang berani melanggar
perintahnya dan menambah nambahkan syariat yang dibawa olehnya. Tidak ada
harapan untuk mengharapka pahala yang melimpahdan keselamatan dari adzab yang
pedih kecuali bagi orang yang mengikuti jejak dibelakang beliau.
Sobat, semua dari kita makhluq yang Allah berikan cinta pada jiwa
jiwa kita. Dan jiwa akan merasakan betapa manisnya cinta jika jiwa kita
mengalirkan cinta ini mermuara pada satu titik kemuliaan yaitu cinta yang
tertuju pada Ar-Rohman. Dengan apa ini diwujudkan? Ya! Dengan taqwa! Yaitu
menjadikan dirimu selalu berusaha untuk memenuhi segala perintahnya dengan
mentaatnya dalam segala betuk ibadah dan menghindari segala bentuk perbuatan
yang menyebabkan amarah Rabbmu. Dan mencintai saudaranya karena Allah merupakan
bentuk ibadah bahkan merupakan bentuk kesempurnaan iman. Tentang mencintai
sahabatmu karena Allah..
Cinta karena Allah merupakan kesempurnaan iman. Seorang yang
mencinta karena Allah ‘azza wajalla, dan merelakan diri dan hartanya
untuk segala hal yang urgen dalam segala perkara yang menyatakan bahwa dirinya
mencintai saudaranya karena Allah, dan berusaha membantu segala kebutuhannya
sebelum diminta dan mendahulukan kebutuhan saudaranya dari pada
kebutuhan-kebutuhannya yang khusus, tidak membebaninya dengan sesuatu yang
memberatkannya dan juga tidak membebani dirinya. Tidak mengomentari segala
cacat yang ada pada dirinya, tidak bertengkar dengannya, tidak berdebat, tidak
berburuk sangka kepadanya, tidak menjauhinya lebih dari tiga hari, tidak
menyebar luaskan rahasia pribadinya, memanggilnya dengan nama yang paling
disukainya, memberi pujian dari perilakunya yang terpuji, menolongnya baik dia
dalam keadaan mendhzalimi atau terdhzalim, mendidiknya, menasihatinya dan
mengarahkannya kepada segala sesuatu yang akan mendatangkan manfaat baginya
didalam agama maupun kehidupan dunianya, menutupi dan memaafkan segala
ketergelincirannya dan kelalaiannya, tidak memutuskan silaturrahim dan tidak
menjauhinya, menjenguknya disaat dia sakit, meghiburnya saat dia terkena
musibah, menerima setiap udzurnya, menetapi kecintaan kepadanya, melindungi dan
berbuat ikhlas kepadanya, mendoakannya disaat dia hidup dan setelah dia
meninggal dunia dengan segala yang dicintainya untuk dirinya sendiri.
قال رسول الله.
ان المتحابين لتري غرفهم في
الجنة كالكوكب الطالع الشرقي اوالغربي فيقال من هؤلاء فيقال هؤلاء المتحابون في
الله عزوجل
Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang saling mencintai, kamar-kamarnya di
surga nanti terlihat seperti bintang yang muncul dari timur atau bintang barat
yang berpijar. Lalu ada yang bertanya, “siapa mereka itu?, “mereka itu adalah
orang-orang yang mencintai karena Allah ‘Azzawajalla. (HR. Ahmad).
Sobat..
Jika kita mencintai Allah dengan membuktikan kecintaan kita dengan
ketaatan dan ketundukan kepadanya, Allah tidak akan menyianyiakan pahala orang
yang berbuat baik. Termasuk kedalamnya bentuk kecintaanmu kepada saudaramu
karena Allah dan bentuk amal sholihmu dengan tolong menolong dalam ketaatan.
Yakinkan dirimu bahwa setiap kebaikan yang kamu lakukan ikhlas karena mengharap
wajah Allah dan hari akhir, Allah pasti akan membalasnya dengan ganjaran yang
berkali lipat. Dan yang paling indah adalah Allah akan mencintaimu.
Aku teringat dengan hadist ini..
عن أبي هريرة – رضي الله عنه –
قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم - إن الله تعالى قال : من عادي لي وليا
فقد آذنته بالحرب ، وما تقرب إلي عبدي بشيء أحب إلي مما افترضت عليه ، و لا يزال
عبدي يتقرب إلي بالنوافل حتى أحبه ، فإذا أحببته كنت سمعه الذي سمع به و بصره الذي
يبصر به ، و يده التي يبطش بها و رجله التي يمشي بها و لئن سألني لأعطينه ، و لئن استعاذني لأعيذنه - رواه البخاري
Terjemahan:
Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anh, ia berkata : Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa Sallam “Sesungguhnya Allah ta’ala telah berfirman :
‘Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka sesungguhnya Aku menyatakan perang
terhadapnya. Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan diri kepada-Ku
dengan suatu (perbuatan) yang Aku sukai seperti bila ia melakukan yang fardhu
yang Aku perintahkan kepadanya. Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan
diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunah hingga Aku mencintainya. Jika Aku
telah mencintainya, maka jadilah Aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan
untuk mendengar, sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, sebagai
tangannya yang ia gunakan untuk memegang, sebagai kakinya yang ia gunakan untuk
berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika
ia memohon perlindungan, pasti akan Aku berikan kepadanya."
[Bukhari no. 6502]
Ibnu Daqiq Al-I’ed menjelaskan;
Kemudian kalimat, “Jika Aku telah mencintainya, maka jadilah Aku
sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, sebagai penglihatannya
yang ia gunakan untuk melihat, sebagai tangannya yang ia gunakan untuk
memegang, sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan” Hal ini merupakan
tanda kecintaan Alloh terhadap orang yang dicintai-Nya, maksudnya orang itu
tidak akan mau mendengar hal-hal yang dilarang oleh syari’at, tidak mau melihat
hal-hal yang tidak dibenarkan oleh syari’at, tidak mau mengulurkan tangannya
memegang sesuatu yang tidak dibenarkan oleh syari’at dan tidak mau melangkahkan
kakinya kecuali hanya kepada hal-hal yang dibenarkan oleh syari’at.
Nah.. mencintai saudaramu menjadi salah satu jalan untuk kamu
meperoleh kecintaaan Allah. Saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran.
Jadi, mulai sekarang, kita berusaha jadi pribadi yang saling mencintai karena
Allah. Dan semoga kita termasuk hambanya yang sholeh yang dikumpulkan diakhirat
nanti dengan orang orang yang saling mencintai karena Nya.. ~istajib ya Rabb..
Dan pada Akhirnya, semua cinta yang indah akan bermuara
kepadaNya..
Referensi: Roudhah
Al-Muhibbin wa Nuzahah Al-Musytaqin, Ibnu Qoyyim al Jauziyah
Mading
FORSAN, 29 Agustus 2014, Rizky Lestari_Roisah Jami’yyatutholibah
Minggu, 27 Juli 2014
Happy I'ed Mubaarok
بسم الله الرحمن الرحيم
Kami mengucapkaann..
تقبل الله منا و منكم صيامنا و صيامكم كل عام و انتم بخير
Semoga Allah menerima amal amal kita di Ramadhan yang kemarin dan menjadikan kita hamba yang semakin bertaqwa setelah ramadhan ini..
Kiky dan yang lain juga minta maaf atas kesalahan kami selama jadi pembina..
syukron....
#FORSAN2014
Surat Kecil tuk Ramadhan
Surat Kecil Tuk Ramadhan
From: Hamba Allah
Dear, Ramadhan 1435 hijriyah
Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya,
memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari
kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang
Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menye-satkannya, dan barangsiapa
yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku
bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar
kecuali Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Nabi
Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.
Ramadhan, engkau bulan yang ditunggu tunggu oleh suatu kaum yang
mana hati mereka dipenuhi keimanan pada Rabb mereka. Engkau bulan yang paling
ditunggu tunggu oleh hamba yang merindukan ampunan dan perjumpaan dengan
Rabbnya kelak. Dimana setiap orang yang mempunyai iman dihatinya menyambutmu
dengan penuh kabahagiaan. Bagaimana tidak wahai ramadhan? Engkau bulan yang
diperintahkan didalamnya untuk berpuasa, mendirikan sholat malam, menghkatamkan
Al-Quran. Dan yang paling indah adalah Allah melimpahkan ampunan yang luas bagi
hamba hambanya berpuasa dengan keimanan yang jujur dan mengharap pahala
disisiNya. Tidak hanya itu, Allah juga menurunkan suatu malam (LailatulQodr) yang
beribadah pada malam itu setara dengan seribu bulan. Dan masih banyak lagi
keutamaan mu wahai ramadhan, engkau spesial!
Tapi aku baru sadar…………….. Engkau akan pergi sebentarlagi………….
Engkau pergi meninggalkan hamba hamba Allah yang menginginkan ampunan
dan syurgaNya. Semua mu’min menginginkan semua bulan istimiwa sepertimu. Semua malam
diisi dengan ibadah sholat, tilawah, mengankat tangan sambil meneteskan airmata
untuk bermunajat pada Allah. Ribuan bahkan jutaan kaum muslimin memenuhi
masjid majid untuk beri’tikaf dengan niat yang amat mulia. Orang orang yang tau
apa tujuan hidupnya didunia ini.. untuk beribadah dan jadi seutuhnya hamba
Ar-rohman. Syahru as-shiyaam.. syaru al-qiyaam.. tegakah engkau meninggalkan kami??
Semua terasa cepat berlalu. Hari ied yang banyak orang sibuk untuk
mempersiapkannya beberapa menit lagi akan tiba. Tapi aku baru tersadar akan
kesibukan dunia yang selama ini banyak diprioritaskan membuat hati itu hambar. Hati
yang harusnya menangis, menangis karena tidak tau apa ia akan diberi kesempatan
oleh Allah bertemu denganmu ditahun depan atau tidak. Hati yang disibukan oleh
dunia terasa hambar. Hambar dari keimanan karena diliputi angan angan dunia. Hati
yang selama ramadhan ini meninggalkan Al-Qura’n bahkan berkecamuk oleh
kemaksiatan. Sungguh! Hati hati itu tidak tau, apakah hati itu masih bernyawa
dihari ied esok atau tidak!
Sekarang hanya doa dan husnudzon pada Rabbku agar Allah menerima
amalan amalan kita dibulan yang penuh berkah ini, aku dan seluruh kaum muslimin...
Agar kita bisa berjumpa dengan ramadhan selanjutnya. Tujuan ramadhan kami
sebagai kaum muslimin tidak lain untuk menjadi hamba yang bertaqwa pada Rabb
kami. Ramadhan.. engkau sebagai sarana untuk memacu diri kami lebih baik lagi. Agar
kedepannya kami lebih dekat dengan puasa sunnah, sholat malam, dan kami lebih
dekat dengan Al-qura’n. Yang terpenting adalah kami menjadi hamba Ar-rahman yang
bertaqwa.
Yaa Rabb.. Sampaikan lah umur kami pada ramadhan selanjutnya..
Tanamkanlah ketaqwaan yang engkau janjikan pada orang orang yang
berpuasa..
Lindungilah kaum muslimin yang mengaharapkan ampunan dan syurgamu
pada ramadhan kali ini..
Dan kumpulkanlah kami disyurgaMu dengan orang orang yang
bertaqwa..
Bersua dengan Ar-Rahman dengan penuh salam dan kebahagiaan..
Selamat tinggal ramadhan kami……
Sungguh, kami merindukan mu…..
تقبل الله منا و منكم صيامنا و صيامكم كل عام و انتم بخير
happy ied al-mubarok..
Langganan:
Postingan (Atom)








