Sedikit copas dari group WA
Semoga kita ketularan semangatnya :)
Syayma, Sebuah Mahkota Untuk Orangtuanya
Saat masih duduk di kelas XII, dia punya mimpi yang -mungkin- hanya bisa menjadi bahan tertawaan: menghafal Al-qur’an satu juz sehari. Bermodal doa, keyakinan, dan kerelaan untuk melakukan perubahan ekstrem: tidur setengah jam sehari! Dia membuktikan bahwa tak ada yang mustahil jika Allah mengizinkan hal itu terjadi. Dia mengantongi sertifikat hafidzah sebelum ijazah SMA dia terima.
Kini, mahasiswi Fakultas Kedokteran semester 6 ini adalah juragan kerudung dengan omset 15-20 juta per bulan. Infaq rutin yang dia keluarkan setiap bulannya berada pada angka tiga juta! Bukan hanya itu, dia adalah satu diantara 43 penerima beasiswa aktivis nusantara dari seluruh indonesia. Kini, dengan segala aktivitas dan pencapaiannya, dia masih sempat menjadi Wakil Ketua Umum sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa tingkat kampus.
Mau tahu bagaimana ADK (Aktivis Dakwah Kampus) yang baru saja menginjak 21 tahun tepat sembilan hari yang lalu ini mendapatkan berbagai pencapaiannya di usia semuda itu?
Yuk mari, belajar banyak dari seorang ADK luar biasa bernama Syayma Karimah.
Berawal dari menjadi bahan tertawaan sampai ke jajaran penghafal Al-Qur’an
Sepertinya akan seru kalau kita memulai kisah keberhasilan Syayma ini dari perjuangan dia menjadi seorang hafidzah. Bagaimana dia memulai segalanya?
Ceritanya, Syayma dulu menghabiskan masa SMP di sebuah boarding school, dimana di sekolah tersebut ada program untuk menambah hafalan Al-Qur’an. Target hafalan yang biasanya diselesaikan oleh para siswa disana adalah 3 juz.
Namun karena tidak semua murid mempunyai kemampuan yang sama dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an, maka dibuatlah pembagian kelompok. Ada tiga kelompok saat itu, yakni kelompok tahsin,tahfizh reguler dan takhossus.
Kelompok tahsin adalah kelompok dengan grade paling bawah, yang mana anak-anak di kelompok tersebut harus mendapat bimbingan ekstra karena bacaannya masih perlu diperbaiki. Anak-anak yang yang masuk di dalam kelompok tahfizh reguler adalah mereka yang menghafal 5 baris sehari, dan anak-anak yag berada pada kelompok takhossus adalah mereka yang menghafal satu halaman per hari.
Anda tahu, calon bu dokter ini masuk ke kelompok mana?
Syayma, dia masuk ke kelas tahsin! Grade paling rendah dari tiga grade yang ada saat itu. Tapi bukan Syayma namanya kalau nggak ngeyelan. Dengan Pede nya, dia menuliskan di sebuah kertas bahwa dia akan masuk ke kelompok takhossus. Bukan cuma itu, dia menarget dirinya sendiri untuk bisa menyetor hafalan satu halaman per hari (nggak tahu diri banget ya, padahal cuma masuk kelompok tahsin, udah lagak jadi anak takhossus. Hehe). Praktis, dia menjadi bahan tertawaan bagi beberapa rekannya yang lain.
Dengan doa dan keyakinan yang tinggi, impian Syayma terwujud! Dia berhasil masuk ke kelompok takhossus dan lulus SMP dengan mengantongi hafalan 7 juz. Hebat ya.
Selepas dari SMP, Syayma melanjutkan ke SMA di yayasan yang sama, SMAIT Al Kahfi. Sewaktu di SMA, semangatnya justru menurun. Apa sebab? Jadi selama di SMP, dia terbiasa menghafal bersama rekan-rekannya. Tapi begitu masuk SMA, rekan-rekan yang selama ini menadi partner menghafalnya ini ternyata pindah sekolah. Ditambah persaingan menghafal yang tidak se-ketat di SMP, Syayma kini berada di titik terjenuh dalam perjalanannya menghafal Al-Qur’an. Seolah-olah semangat dan modal “nggak tahu diri” nya yang dulu dia miliki kini menghilang begitu saja.
Di tengah-tengah spiritnya yang semakin kendur itu, Syayma teringat akan orang tuanya. Hanya satu yang dia fikirkan saat itu: dia ingin memakaikan jubah dan mahkota kemuliaan untuk orangtuanya di syurga. Fikiran itu muncul di kelas XII, sebuah masa –yang kita ingat sendiri- apa yang kita lakukan di saat-saat itu. Belajar, ujian, belajar, ujian lagi! Itu saja aktivitas rutin anak-anak kelas XII. Iya kan?
Maka sekali lagi, inilah hebatnya Syayma. Saat yang lain berfikir “gimana caranya memaksimalkan waktu agar bisa lulus ujian dengan nilai terbaik?” Syayma justru berfikir “gimana caranya di sisa waktu ini bisa menyelesaikan hafalan Al-Qur’an”.
Lantas apa yang dia lakukan?
Saat saya menulis biografi tentang diriya ini, berkali-kali dia menekankan agar tidak mencantumkan kejadian ini. Dia tidak ingin orang lain menganggap dia sebagai robot atau manusia super yang bisa melakukan hal-hal mustahil. Tapi saya katakan kepada dia, cerita ini harus ditulis, agar orang-orang di luar sana mengerti bahwa tidak ada yang mustahil selama kita mau dan Allah mengizinkan. Maka, jangan anggap Syayma manusia super ya. Nanti saya yang kena marah. Hehe.
So, what did Syayma do?
Dengan keterbatasan waktu yang dia punya (karena mendekati ujian nasional), dia merencakana sesuatu yang -mungkin- mustahil untuk dilakukan. Syayma menghafal satu juz perhari! Sekali lagi, satu juz perhari! Caranya? Dia menghafal mulai dari ba’da maghrib sampai jam setengah 12 malam, lalu dia tidur setengah jam, bangun lagi, dan menghafal sampai subuh.
Ba’da subuh dia setoran setengah juz. Di waktu dhuhur dia memuroja’ah (mengulang) hafalannya. Ba’da isya, dia setor lagi setengah juz. Jadi praktis satu hari, dia bisa setor hafalan satu juz, dengan konsekuensi, dia harus tidur setengah jam sehari!
Ini hebat, sobat muda @FsdkIndonesia.. Mengingat dia juga harus fokus dengan ujian-ujian yang akan dia hadapi. Belum lagi, dia juga harus bertarung untuk memperebutkan satu kursi di perguruan tinggi negeri.
Bagaimana dia bisa seyakin itu untuk memilih menyelesaikan hafalannya daripada berfokus kepada ujian seperti kebanyakan orang?
Kata dia “aku yakin Allah nggak akan menyia-nyiakan semua ini, mas. Dan alhamdulillah, dengan segala kekuasaan yang Dia miliki, setelah masa perjuangan itu selesai dan setifikat hafidzah itu aku pegang, Allah mengistirahatkanku dengan menempatkan aku di Fakultas Kedokteran UNS melalui jalur SNMPTN Undangan”
Hebat ya, sobat muda @FsdkIndonesia.. Ini bocah emang bener-bener keren.
Sekarang mari berbincang tentang bagaimana Syayma mengatur waktunya.
Dengan segala kesibukan di kedokteran, bagaimana Syayma mengatur produktivitas waktunya? (Sekedar informasi, waktu jaman saya masih jadi mahasiswa dulu, beberapa kali kita anak-anak FK ini berangkat ke kampus sebelum jam 5 pagi. Jadi waktu yang lain berangkat ke masjid pakai sarung, kita berangkat ke kampus dengan pakaian lengkap dari kemeja tanpa dasi sampai kaos kaki. Hehe).
Saat ditanya tentang bagaimana dia mengatur waktu, mengingat dia juga adalah Wakil Ketua Umum sebuah UKM tingakt univ (UKM Ilmu Qur’an), Syayma mengatakan “Kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang tersedia. Jadi kita harus menutup keran-keran yang bocor dari waktu-waktu yang terbuang itu. Kalo selama ini aku mengaturnya dengan mengurangi waktu tidur aku. Biasanya aku tidur jam 11, dan bangun jam 1 atau 2. Nah kuncinya harus seneng ngelakuin semua yang kita lakuin. Kan hidup cuman sekali, kalo sesuatu yang kita lakuin terpaksa, ya rugi banget hidupnya. Nah tapi kalo kita kita menikmati perjuangan kita, capek yang seharusnya kita terima pun menjadi tidak terasa.”
Dia kemudian menambahkan sedikit cerita inspiratif. Jadi, Syayma ini kenal dengan seorang dosen dari FMIPA UNS. Beliau adalah doktor yang lulus dengan predikat cumlaude, menjadi ketua salah satu lembaga sosial terbesar di Solo, dan mempunyai kesibukan yang benar-benar padat luar biasa. Beliau belum menjadi seorang hafidz, tapi beliu pernah mengatakan hal ini ke Syayma “ Mbak Syayma tolong doain saya ya, sampai hari ini masih berusaha menjadi seorang hafidz qur’an, saya setiap hari menghafal satu ayat.”
Pesan dari Syayma adalah “Jadi, kita yang cuman jadi mahasiswa doang, belom ada tanggung jawab keluarga, masih muda, harusnya ngga ada alasan buat kita ngga ngehafal qur’an. Jadi sekarang ataupun nanti, kita harus tetap berusaha menjadi peghafal Al-Qur’an”.
Ckckck.. Hebat yak!
Menjadi juragan kerudung
Titik awal dari torehan Syayma yang satu ini terjadi saat ummi-nya terkena stroke. Dia melihat betapa sang Abi harus mengeluarkan banyak uang biaya pengobatan. Maka saat itu juga, dia mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa: Nggak boleh lagi ngrepotin Abi! Walau sebenarnya, Syayma ini bukan berasal dari keluarga yang tidak mampu. Kakak kandungya saja, Mas Marwan Hadid, beliau adalah CEO Sop Durian yang kini memiliki ratusan outlet di seluruh indonesia. Omsetnya? Miliaran! Jadi, Syayma ini adalah adik seorang miliarder. Ayah Syayma? Beliau seorang anggota dewan!
Ketika saya tanya, alasan apa lagi yang membuat dia tergerak menjadi seorang entrepreneur, kata dia “Hm.. selain karena kebutuhan pengobatan Ummi, aku sering lihat tumpukan proposal permintaan bantuan di meja nya Abi. Nah daripada duitnya Abi buat aku, mending buat dikasih ke orang-orang yang ngajuin proposal-proposal itu aja.”
Maka setelah itu, dia memutuskan menjadi juragan kerudung (merek kerudungnya “Afra”, Red. Tapi ini sensor ya. Di situs resmi tidak boleh ada iklan. Hehe.). Syayma ini menjadi reseller di surakarta. Ketika ditanya mengapa memilih kerudung, sebuah jawaban cerdas mengalir dari mulutnya “Karena kerudung itu kebutuhan primer setiap muslimah, Mas.”
Dengan bisnis yang dikelolanya saat ini, Syayma bisa memperoleh omzet hingga 15-20 juta per bulan. Hebatnya lagi, infaq yang dia keluarkan per bulan menembus angka 3 juta! Bayangkan, untuk ukuran mahasiswi semester enam, bukankah itu jumlah yang luar biasa?
Jadi bagian dari Beasiswa Aktivis Nusantara!
Sebelum bercerita tentang Syayma, sedikit saya ceritakan tentang Beasiswa Aktivis Nusantara, atau kami biasa menyebutnya BAKTINUSA. Ini adalah porogram dari divisi pendidikan Dompet Dhuafa yang memberikan beasiswa kepada 7 kampus (UI, UNS, ITB, UNPAD, UGM, UNSRI, IPB). Dimana dengan seleksi yang sangat-sangat ketat, dipilih beberapa aktivis dari kampus masing-masing untuk mendapat beasiswa selama dua tahun. Meliputi uang bulanan 800 ribu perbulan selama satu tahun, pendampingan karier pasca kampus, proyek sosial, training value, temu nasional, dan sekian banyak program lainnya. Beasiswa ini merupakan salah satu beasiswa paling bergengsi di kalangan mahasiswa diantara beberapa beasiswa lainnya.
Dan sekali lagi, Syayma membutikan kapasitasnya dengan menjadi salah satu diantara para penerima manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara. Saat ditanya bagaimana proses seleksi dan persiapannya, dia mengatakan bahwa awalnya dia minder, tapi kemudian dia meyakinkan dirinya sendiri bahwa setiap orang pasti punya potensi dan keunikan yang bisa membuat orang lain tertarik dengannya. Nah, potensi dan keunikan itu yang harus dimaksimalkan dan kita buktikan kepada dunia bahwa kita memang istimewa sejak dari awalnya!
Mungkin tulisan ini tidak bisa mewakili semua pencapaian dan sepak terjang seorang Syayma, namun semoga saja tulisan kecil ini bisa memberikan kita inspirasi dan meneguhkan kedudukan kita bahwa sampai kapanpun, orang-orang yang dekat dengan Allah itu adalah manusia terbaik yang siap menjadi permata untuk zamannya. Maka sudah seharusnya, para Aktivis Dakwah Kampus itu menjadi permata yang menghiasi zamannya. Karena itulah takdir milik kita yang harus kita songsong bersama-sama!
Terkahir, ada pesan nih dari seorang Syayma buat kita-kita…
“Hidup kita cuman sekali, kalo misalkan segala inspirasi yang kita hasilkan itu tidak menjadi bagian dari ketaatan kita kepada Allah, itu percuma. Kan perintah kita hidup di dunia ini untuk bertaqwa dan beribadah pada Allah. Pemuda itu ibarat matahari tepat jam 12, paling kuat sinarnya. Maka berikan sinar itu untuk saudaramu, tapi kamu juga harus memastikan bahwa kamu tetap kokoh. Tetap dekat dengan Allah dan tetaplah menjadi isnpirasi untuk yang lainnya.”
Demikian, sobat muda @FsdkIndonesia.. Selamat istirahat ya.. Pasca kita menebar kebaikan dalam agenda #1000AgenFSLDK di puluhan kota di Indonesia hari ini, sepertinya sudah saatnya untuk istirahat.. Semoga kedepannya, FSLDK dan orang-orang di dalamnya selalu menjadi inspirasi u[truncated by WhatsApp]
Kamis, 23 Juli 2015
Sabtu, 18 April 2015
Jangan Biarkan Mereka Terbuka! Kita Ingin Sukses
Kata kata ini sebenernya udah familiar banget kan di telinga kita.
Tapi banyak juga bahkan bisa dibilang semua dari kita gak bisa terlepas
untuk ngelakuin hal yang satu ini. Mengenaskanya, hal yang sulit kita
hidari itu punya sebutan “maksiad”. Sebagai remaja muslim pasti lah kita
gak bakal ngerasa nyaman pas kita lagi ngelakuin maksiad. Disaat kita
ngerasa nyaman, pasti dihati kecil kita ada sinyal sinyal yang ngingetin
kita tentang keharamannya dan takut akan adzab Allah. Semua itu
sebenernya tergantung sama keimanan seseorang. Allah Dzat yang menguasai
hati manusia maha tau akan kondisi hati. Hati yang terus dipenuhi
dengan ilmu dan iman pasti gak karuan kalau termasuki oleh maksiad.
So,
kita harus tau nih, apa aja pintu pintu maksiad yang pastinya
mematikan. Yuk kita search apa aja yang harus kita kenali secara detail
tentang pintu pintu mematikan ini.
- Al-Lahazhat (Pandangan)
Yang
satu ini bias dibilang ‘provokator’. Secara! syahwat and virus virus
mematikan lainnya pertama kali bersumber dari pandangan khianat.
Sangking bahayanya, Rosul kita banyak mengingatkan sahabatnya. Nih,
rosul bersabda,
“Janganlah kamu ikuti pandangan (pertama) dengan
pandangan (berikutnya), karena pandangan (pertama) itu boleh buat kamu,
tapi tidak dengan pandangan selanjutnya.” [HR. at-Tirmidzi, no 2777 dan
Abu Dawud, no 2149 dan dihasankan oleh Al- Albani]
Dari musnad imam Ahmad Rosul juga bersabda,
“Pandanga
itu adalah panah beracun dari panah panah iblis. Maka barang siapa yang
menundukan pandangannya dari kecantikan seorang wanitakarena Allah,
maka Allah akan memberikan dihatinya kelezatan (iman) sampai hari dia
akan bertemu denganNya kelak.” [HR. Ahmad, 5/264]
Ya, bener banget
kalau kita bilang pandangan adalah asal muasal musibah yang menimpa
manusia. Kenapa? karena, pandangan itu akan melahirkan lintasan dalam
benak. Terus, dia bakal ninggalin banyak pikiran yang gak seharusnya ada
diotakkita. Ya dia berupa syahwat dan keinginan. Buahnya? Apa yang
tadinya cuma melintas sekarang terjadi. Lagi lagi mikirin sidia yang gak
halal yang ngebuat kamu bisa ngelakuin maksiat persekonnya. Kan kasian
hati dan otak jadi korban, belajar jadi gak fokus, menghafal jadi gak
hafal hafal etc. Kondisi ini akan berlangsung terus selama gak ada yang
menahan dan menghalanginya. Kadang aku suka ngerasa bingung sendiri,
udah tau pandangan khianat itu beracun, kalo kata orang sekarangmah,
sakitnya tuh disini, tapi lukanya gak ngehalangin dia buat ngelepas
pandangan beracun tadi. Hanya Allah tempat kita meminta pertolongan.
- Al- Katharat (pikiran yang terlintas)
Kalau
pikiran yang terlintas, masalahnya lebih rumit. Disini tempat mulainya
aktifitas, baik atau buruk. Dari sinilah lahirnya keinginan untuk
ngelakuin sesuatu sampai akhirnya jadi tekat yang bulat. Pikiran pikiran
itu akan terus melintas di dalam hati seseorang, dan akhirnya Cuma jadi
angan angan tanpa makna.
“dan orang orang kafir, amal amal mereka
adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh
orang orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak
mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah
disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal amal dengan
cukup dan Allah maha cepat perhitungannya.” (An-Nur: 39)
Allah
memisalkan amal amal orang kafir itu sebagi fatamorgana. Ini permisalan
hati hati mereka, gak ada kebaikan dalam amal perbuatan mereka. Secara!
Amalan akan luntur kalau gak ada keimanan. Kasihan banget ya orang orang
kafir yang gak punya iman itu. Udah hidupnya susah rusak lagi. Amalnya
juga percuma, fatamorgana! Perasaan tenang dan puas dengan kondisi kaya
gini jelas banget ngegambarin betapa gak berkualitasnya hidup orang
orang yang kosong dari keimanan. Pantaslah neraka jadi masa depan yang
jelas buat orang orang kafir.
Nah.. gimana nih kita sebagai remaja
muslim? Pastilah, setiap yang kita lakuin didunia ini punya kualitas
yang ter-OK. Gimana ngak? Alah dan RosulNya udah memanage kita sebagai
ummat yang terbaik. Sebagai remaja yang punya cita cita dan pemikiran
dengan kualitas tinggi. Sebenernya, apa sih yang dibilang pemikiran
dengan kualitas tinggi?
OK! Orientasikan pikiranmu untuk ayat ayat
Allah. Gak Cuma baca, tapi tadabbur juga. Massa buku buku sains dan
bergudang ilmu pengetahuan lain kamu baca ampe diteliti tapi ayat ayat
Allah kamu tinggalin? Padahal sudah lama kita sadari kalau hati itu haus
akan ayat ayat Allah. Hati butuh sandaran pada Rabbnya. Hati perlu
memikirkan tanda tanda kebesaran Rabbnya.
Coba sekarang kita
belajar untuk paham akan tanda tanda kebesaran Rabb kita, mulai dari
kita belajar biologi. Kita kagum dan selalu muji Rabb kita yang udah
nyiptain makhluqnya dengan seperfect mungkin. Dari materi terkecil
ditubuh kita sampai terbentuk tubuh dengan organ organnya yang sempurna,
semua berkerjasama dengan fungsi mereka masing asing untuk menjalankan
aktifitas harian kita dengan seoptimal mungkin. Emang mereka berkerja
dang menghasilkan fungsi masing masing dengan sendirinya? Ngak kan?
Mereka semua berkerja atas perintah Rabb mereka. Mereka bisa melakukan
fungsi yang berbeda dengan izin Rabb sang pencipta.
Sekarang kita
belajar fisika, kita jadi tau gimana Allah ngatur semua gerak yang
disimpulkan dalam beberapa postulat dan rumus tentang semua gerak dibumi
ini. Dari mulai sesuatu yang keliatan sampai yang gak keliatan.
Gelombang misalnya. Mareka punya perhitungan yang Allah sempurnakan dan
jelaskan kekita. And WAW! kita bisa ngerasain aplikasi gelombang itu
dalam hidup kita sehari hari. Aplikasi gelombang kita butuhin banget.
Hampir bisa dipastiin setiap harinya semua dari kita memakai aplikasi
gelombang. Gadget kamu gak berfungsi kan kalo gak ada gelombang? Itu
baru gadget lho sob, trus gimana badan antariksa dapet informasi dari
satelit yang ada diluar angkasa klo bukan dengan aplikasi gelombang? Apa
kamu udah mensyukuri nikmat Allah yang kamu rasakan pada salah satu
dari banya nikmatNya yang Allah kasih ke kamu?
Belajar kimia juga,
betapa maha kuasanya Rabb kita nyiptain unsur, ion, partikel yang
bergerak dan punya reaksi yang beda beda. Masih banyak lagi deh contoh
yang laen. Kamu yang udah SMP or SMA pastilah udah banyak pengetahuan
tentang ini. Sekarang mulai kita coba untuk merenungkan semua tanda
kekuasaan Allah dari semua pelajaran yang kita pelajari.
Jangan
lupa yang ini. Selesai kita tau betapa maha kuasanya Allah. Sekarang
kita tunaikan hak hak Allah. Apa coba? Ya! Beribadah hanya kepadanya dan
tidak mempersekutukannya dengan sesuatu apapun. Kita tunaikan kewajiban
kita sebagai seorang hamba, berama sholeh dan selalu bersyukur atas
nikmat yang udah Allah kasih ke kita. Kamu pasti nyadar kan kalau kita
ini, simanusia lemah. Gak ada yang bisa kita lakuin kalau Allah gak
bantu kita. Nah, dari situ kita selalu merasa butuh, bahkan sangat butuh
dengan kasih sayang Rabb kita. Itu juga salah satu senjata ampun
untukmu melawan hawa nafsu.
Satulagi yang kualitas ter-OK jalan
pikiran seorang muslim. Memanage waktunya dengan sebaik mungkin. Kadang
nikmat waktu luang Cuma bisa didapein sama orang yang super sibuk.
Berharap waktu bisa ada 25 jam sehari. Itu gakmungkin kan? Sekarang coba
kita pikirin kesibukan apa yang kita lakuin selain belajar formal di
sekolah or kuliah? Banyak kan? Ada tugas, menghafal qur`an, mengkaji
kitab kitab ulama salaf, dateng ke majlis ilmu, dan masih banyak lagi
hal hal bermanfaat lain. Terus, gak ada lagi kata ngelamun dan ngayal
yang ngak ngak bukan? Kalau kamu udah bisa ngelakuin ini dengan
konsistensi yang baik, InsyaAllah hidup kamu punya kualitas ter-OK.
- Al- Lafadzhat (Ucapan)
Kalau
yang ini kita kudu ati ati mencegah keluarnya kata kata gak manfaat
terlebih kata kata yang berdosa yang keluar dari lidah kita. Dalam
hadist anas yang marfu’, disebutkan “Tidak akan istiqomah iman seorang
hamba sehingga hatinya beristiqomah, dan tidah akan istiqomah hatinya
sebelum lidahnya beristiqomah” [ RH. Imam Ahmad, 3/198]
Imam ibnul
Qoyyim juga menulis: kalau anda ingin mengetahui apa yang ada dalam
hati seorang maka lihatlah ucapan lidahnya. Ucapan itu akan menjelaskan
kepada anda apa yang ada dalam hati seseorang, dia suka ataupun tidak
suka.
Sekarang, banyak orang yang merasa gampang ngejaga dirinya
dari makanan haram, zina, mencuri, membunuh, dan perbuatan haram
sebagainya, tapi susah buat mengawasi lisannya sampai sampai orang yang
dikenal punya pemahama agama, dikenal dengan kezuhuan dan ahli ibadah,
ternyata juga masih berbicara dengan kalimat kalimat yang mengundang
kemurkaan Allah. Dari ummu Habibah istri nabi, dari Rosulullah beliau
bersabda, “Semua ucapan anak adam itu berdampak negative kepadanya
kecuali amar ma’ruf, nahi munkar atau dzikir kepada Allah.” [RH.
Tirmidzi dan dihasankan olehnya]
Makanya, kita harus hati hati banget sama lisan kita sendiri.
- Al- Khatawat (Langkah Nyata)
Nah
ini nih.. setelah kita tau pintu pintu maksiad yang tertera diatas,
kita harus menutupnya! Jangan biarkan opnum opnum penghancur cita cita
dan masa depanmu membabibuta pada keempat pintu ini. Jadi sekarang kita
butuh komitmen bersama. Say no to PACARAN, BUANG BUANG WAKTU, MIKIRIN
YANG NGAK NGAK, NGOMONG KOTOR, TAWURAN, NGEROKOK etc…………… KITA INGIN
SUKSES! SAY NO TO MAKSIAD!
*Referensi: Laataqrobu Az-zina karya Ibnul Qoyyim Al-jauziyyah
Minggu, 04 Januari 2015
Get back the lost generation!
Bismillah,
Okay guys, kita diajak berselancar. Kembali mengingat, membuka sejarah yang semua dari kita yakin banget kalo sosok yang aku tulis diartikel ini sangat berjasa sama kamu semua. Tapi aku gak yakin kalau semua dari kalian kenal beliau lebih dalam. Disini, kamu bakal kenal beliau selangkah lebih dekat. Kenapa aku bilang selangkah? Karena aku cuma mengkisahkan satu aspek dari kehidupan beliau. Apa tuh? Ikuti artikel ini sampai selesai. Disini, kamu bakal aku kasih tau sejarah yang singkatnya, ini urjensi banget buat para kaula muda yang sedikit banyak kehilangan idola sesungguhnya. The lost generation.
Kita mulia dengan islam, mulia dengan Al-quran kitab yang Allah turunkan kepada sosok yang mulia nabi kita Muhammad Shallallhua’laihi wasallam yang menjadi cahaya bagi seluruh alam. Gak Cuma itu, agama kita dijaga dengan semurni murninya. Itu janji Allah tertera dalam Al-Qur’an Allah berfirman,
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
"sesungguhnya Kamilah yang menurunkan AlQuran dan sesungguhnya Kami benar-benar memiliharanya" (QS AlHijr : 9)
Selain itu, Allah telah menjaga Agama ini lewat orang orang hebat. Kamu pasti kenalkan sama Imam Bukhori? Imam muslim? Gak ada yang ngeraguin kemurnian hadist yang tertera pada kitab shohih mereka. Imam bukhari wafat tahun 256H, sudah sekitar 1180 tahun lalu jasad beliau meninggal, tapi ilmu yang beliau tulis masih terkenang. Bayangin aja, kitab ini jadi kitab tershohih setelah Al-Qura’n menurut para ulama hadist. Dikitabnya ada sekitar 9.082 hadist, beliau sendiri hafal 100.000 hadist shohih. Waw bgt kan? MasyaAllah. Kamu sendiri hafal berapa hadist nih? Hehee.. memang harus diakui, kita gak ada apa apanya sama kehebatan beliau.
Nabi kita Muhammad, Beliau telah membuktikan bahwa beliau adalah guru paling hebat. Lihat saja siapa murid muridnya. Siapa yang tak kenal Umar? Seorang ksatria pemberani. Ketika hijrah saja kaum quraish tidak ada satupun yang berani menghalangi umar bin Khottoh. Bukan hanya umar. Tentu kamu kenal Abu Bakr. Seorang yang khulafaurrosyidin pertama yang beriman pada Allah. Mengharap kehidupan yang tinggi di akhirat. Laki laki yang amat dermawan yang menginfakan seluruh hartanya dijalan da’wah. Bayangin! Semua hartanya. Ada lagi nih murid rosul, ibnu Abbas. Seorang pemuka kaum muslimin dibidang tafsir. Karena keluasan ilmunya dibidang tafsir, bahasa, dan ilmu sya’ir arab, beliau diberi gelar sebagai ulama dan lautan ilmu. Beliau yang dikatakan oleh Ibnu Masu’d sebagai sebaik-baiknya penerjemah Al-Qura’n. beliau dipanggil oleh Khulafaur Rosyidin untuk diminta nasehat dan pertimbangannya dalam berbagai perkara, beliau menjadi gubernur pada zaman ‘Utsman tahun 35H, ikut serta bersama ‘Ali bin Abi Tholib untuk memerangi kaum khawarij, dan beliau adalah orang yang cerdas dan kuat perkataannya. Banyak lagi murid murid terhebat sepanjang masa lainnya. Diantaranya mereka para prajurit perang Rosulullah yang gagah berani. Mereka tidak takut mati. Karena mereka tau, kehidupan akhirat itu jauh lebih baik dan lebih kekal. Prajurit prajurit yang tidak pernah mundur selangkahpun dari medan peperangan.
Pertanyaaan besar. Kemanakah orang orang seperti mereka sekarang? Coba kamu jawab. Generasi tersebut telah wafat. Sepeninggal guru hebat kita, muncullah berbagai perpecahan dan kebobrokan paradigma pada sebagian manusia. Terlebih lagi zaman sekarang. Generasi itu hilang, hampir saja tidak terdeteksi. Memang tidak akan ditemukan lagi manusia manusia hebat seperti Abu Bakr, Umar, dan sahabat rosul lainnya. Tapi bukankan mereka telah menyisakan karakter yang seharusnya menjadi contoh kita yang hidup dizaman ini?
Rosul mendidik mereka dengan pendidikan Al-Quran, pendidikan berkarakter. Dan ini sudah terbukti. Guruku, semoga Allah menjaganya dia pernah bercerita. Ketika ia melanjutkan kuliah S2nya di salah satu universitas swasta jurusan pendidikan islam dosennya berkata. “Pendidikan itu sebenarnya mendidik, menjadikan manusia sebagai manusia” apa kamu bisa koreksi perkataan tersebut? Okay, guru ku melanjutkan dia bilang pada dosennya, “Pak, manusia itu sikap asalnya dzolim, bodoh, dan masih banyak lagi sikap manusia yang Allah cela dalam Al-Qur’an. Pendidikan yang sesunggungnya itu mendidik manusia untuk menjadi hamba Allah. (Adz-dzariyat: 56 ) “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” Karena apa pak? Karena hamba Allah itulah manusia unggul. Manusia yang patuh akan semua perintah Allah. Allah bilang jangan mencuri, jangan berzina, ya dia mentaatinya. Gak ada kejahatan yang dilakukan jika memang para guru mencetak hamba Allah” Sang dosen pun terdiam menerima.
Bukti nyata sudah kita lihat tadi. Rosul mendidik mereka pertama dengan aqidah yang shohih. Agar mereka menjadi sebenar benarnya hamba Allah. Coba kita lihat wasiat Rosul kepada Ibnu Abbas
عَنْ أَبِي الْعَبَّاسِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْماً، فَقَالَ : يَا غُلاَمُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: اْحْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ اْلأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ اْلأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفِ(رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح)
Dari Abu Al Abbas Abdullah bin Abbas radhiallahuanhuma, beliau berkata : Suatu saat saya berada dibelakang nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda : Wahai ananda, saya akan mengajarkan kepadamu beberapa perkara: Jagalah Allah, niscaya dia akan menjagamu, Jagalah Allah niscaya Dia akan selalu berada dihadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah sesungguhnya jika sebuah umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu atas sesuatu, mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikitpun kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu, dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu atas sesuatu , niscaya mereka tidak akan mencelakakanmu kecuali kecelakaan yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering.
(Riwayat Tirmizi dan dia berkata : Haditsnya hasan shahih).
Coba lihat! Rosul memulai nasihatnya dengan kata kata, “Jagalah Allah!” Maksudnya jagalah batas-batas Allah, hak-hakNya, serta menjaga perintah perintah dan larangan laranganNya. Inilah didikan Rosul. Menjadikan seseorang sebagai Hamba Allah, bukannya manusia yang dzholim. Yang selalu berkeinginan dalam berbuat keburukan. “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (AL-Ahzaab:72) “ Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku”(Yusuf:53). Seorang muslim, sebagai hamba Allah tidak dzolim, jika mereka yang muslim diluar sana sadar, menimba ilmu agama dengan sungguh sungguh, bertauhid pada Allah, mempelajari Al-Quran kemudian mengamalkannya, dijamin, tingkat kriminalitas dinegri kita turun drastis. Karena apa? Karena sifat iman, karena sifat taqwa. Ia takut akan neraka Allah. Ia takut akan adzab Allah. Sehingga sifat itu membawa jasadnya dalam ketaaatan kepada Sang Kholiq “Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras” (Hud:102) Seseorang muslim yang sesungguhnya mengharapkan apa yang Allah janjikan sehingga ia bukan manusia pengecut, Allah berfirman: “Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (An-Nisa:104)
Skarang, kita sebagai kaula muda. Sebagai penerus bangsa ini. Udah sepantesnya kita sadar, kalau slama ini generasi itu menghilang. Sekarang kalau bukan kita siapa lagi? Coba kamu lihat banyak fenomena dinegri kita yang menjauhkan seseorang dari predikat hamba. Mulai dari kemaksiatan yang terasa begitu manis dan renyah. Sampai hal yang paling Allah murkai yaitu berupa kesyirikan dan kekufuran. Siapa yang harus kita benahi terlebih dahulu? Ya! Paradigma/cara berfikir kita. Sudahkah kita mencontoh apa yang Rosul kerjakan? Sudahkah kita mencontoh paradigma shohabat dalam memahami apa yang Allah dan RosulNya perintahkan? Sudahkah kita menjadi contoh untuk masyarakat dengan bagusnya karakter kita? Seharusnya kita kembali pada pendidikan islam. Bukan mengikuti, mengidolakan bahkan berkiblat kepada barat dan kaum sekuler. Islam sudah menerangkan konsep pendidikan dan semua aspek kehidupan secara sempurna. Jauh dari Al-Qur'an merupakan awal kehancuran generasi muda kaum muslimin. Kamu harus mengerti.
Okay guys, now let's change! Kamu generasi penerus. Kamu yang akan ngurusin negri ini ntar. Terlepas dari kamu jadi apa aja nanti. Kita adalah generasi penerus buat negri ini. Kamu tau? Musuh-musuh islam diluar sana sudah mencium bau kelemahan kaum muslimin. Mereka tau, sekarang kaum muslimin banyak yang bodoh dengan agamanya sendiri, banyak yang cinta dunia dengan kecintaan yang melebihi segalanya, kaum muslimin belum siap untuk melawan. Pilihan ada ditangan kamu melawan atau ditawan. Hai pemuda bangsa! Bangkit! Jangan lemah, jangan sudi terbuai dengan rayuan opnum opnum penghancur ummat. Miris melihat pemuda yang mudah dilemahkan oleh lingkungannya. Lemah hanya gara manusia lemah, contohnya sang doi. Lemah hanya bisa berjoget dipanggung dan membanggakan artis artis yang berjoget dan membuka aurat mereka kehampir semua layar indonesia. Mana ksatria yang lihai berpedang seperti Umar bin Khattab? mana ksatria yang pandai dalam srategi peperangan seperti Khalid bin Walid? Miris mendengar berita yang lagi lagi isinya anak SMA tawuran. Mana pahlawan yang berhati lembut dan berloyalitas kepada sesama kaum muslimin? Yang terpenting juga, kita menjadikan Rosul dan para sahabatnya menjadi idola, agar kita senantiasa mencontoh manusia manusia hebat seperti mereka. GET BACK THE LOST GENERATION!!
Rizky Lestari XII IPA 1 MA AN NAJIYAH BANDUNG
Referensi:
Wasiat nabi kepada Ibnu Abbas, Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Yusyiku An Tada'a 'Alaikum Al Umamu, Syaikh Abdul Aziz Bin Baz
http://teachermuhammad.tumblr.com/
http://ferrypalestine.blogspot.com/2013/05/apa-itu-tarbiyah.html
http://iamalima.org/conqueror-of-hearts/
https://haditsarbain.wordpress.com/2007/06/09/hadits-19-mintalah-pertolongan-kepada-allah/
Langganan:
Postingan (Atom)

