Inget gak sob
waktu TK dulu pernah ditanya “Anak anak, siapa yang mau masuk surga?” pasti
kamu sama temen temen jawab “sayaa paak!” ooh.. so pasti banget kan, aku juga
jawab kaya gitu kale. Pasti sekarang jawaban kamu nggak bakal berubah kan??
Yapp! Semua pasti mau kan menatap sang Rabb, dan gerasain semua kenikmatan
disyurga sana, Hmm.. tunggu! perbaiki dulu kedaanmu!
1. Perbaiki masa lalu dan masa depan
Yuk mari masuk ke syurga Darussalam untuk
menghadap Allah dan berada di sisi-Nya tanpa susah susah. Bahkan kita dapat
menuju negri itu melalui jalan yang paling dekat dan yang paling mudah.
Caranya? Lirik masa lalu mu, perbaiki masa itu! Kita pasti punya dosa kan dulu,
apalagi dibilang ABG “Anak Bandel Gakketulungan” eh, iya kan? Perbaiki masa itu
dengan tobat, penyesalan dan istigfar. Itu gak berat kan? Ya, itu yang dimaksud
sama perbaikan di masa lalu. Trus masa depan? Ini penting banget sob, masa
depan bisa diperbaiki dengan mencegah diri dari dosa dan jangan lupa
mengokohkan niatmu untuk meninggalkannya. Tekad inilah yang membuat badan,
hati, dan batinmu merasa takut saat ngelakuin dosa.
2. Awas! pedang itu tajam
Bertaubat dan mencegah diri dari dosa
memang hal yang nggak ngebuat badan kita capek kan? Tapi ada sesatu yang
berlalu amat cepat serta menghujam tajam kearah kita. Tau apa itu? Itu adalah
usia sob, itu adalah waktu yang ada diantara masa lalu kita dan masa yang akan
mendatang. Kita suka gak ngerasa ya, kalau udah banyak menyia nyiakan waktu.
Itu tanda dari kita ngebiarin keselamatan dan kebahagiaan diri kita hilang
begitu saja. Apalagi kita yang lagi ngejalanin masa remaja. Harusnya kita manfaatin
waktu keburu kita tua, eh.. ini malah seenaknya, contoh aja kamu sering ditegoran
sama guru gara gara sering ngeliat kamu tidur waku dikelas pas guru lagi nerangin, plus plus ditegor sama
mama papa gara gara cuma bisa ngabisin waktu buat ngenet and ngenet. Waktu muda
emang sering terlalaikan, penyesalan itu datangnya sebentar lagi lho, belum
tentu kita punya umur panjang dan bisa kita perbaiki di masa yang akan datang.
Coba aja kalau usia kita sebentar lagi, kita kan gak pernah tau kapan ajal itu
datang. Sia sia banget waktu emas kita sob!
Ada pepatah “waktu itu bagaikan pedang jika
kamu tidak lihai menggunakannya maka ia aka membunuhmu.” Hayoo harus pinter
pinter nih. Jangan sampe waktu iu malah menebas kita. Sebenernya simple aja
sih, ngejaga waktu berarti mengharuskan
diri kamu ngelakuin sesuatu yang lebih baik, lebih bermanfaat, lebih banyak
ngasih manfaat kesemua terutama manfaat buat diri kamu.
3. Bawalah bekal menuju alam kekal
Kondisi manusia memang berbeda beda dalam
menyikapi hari hari kehidupannya. Sebenarnya kamu telah menyiapkan bekal bekal
itu. Apa bekal itu? Ia adalah hari hari mu. Pilhanmu hanya tertuju pada dua
bekal. Bekal untuk menuju ampunan dan kasihsayang sang Rabb atau menuju kemarahan-Nya.
Yap! Bekal yang mengantarkan mu ke syurga atau yang malah mengantarkanmu ke
neraka.
Jadi kalau kamu memanfaatkan hari harimu
sebagai bentuk jalan menuju Rabb, maka kamu akan dapat kebahagiaan dan
kemenangan yang besar dimasa singkat ini. Masa yang tidak seberapa dibandingkan
dibanding kehidupan yang abadi kelak. Kalau kamu ngutamain nafsu syahwat,
kesenangan, kelalaian, dan permainan, maka hari hari itu maka akan cepat
meninggalkanmu. Bahkan, kepedihan dan penderitan Karena mengikuti hawa nafsu
itu melebihi penderitaan pada saat kamu bersabar menjauhi hal hal yang
diharamkan Allah, melebihi kesabaran dalam mengerjakan ketaatan kepada Allah,
bahkan melebihi kesabaran dalam menolak hawa nafsu untuk meraih kesenangan
duniawi.
Udah tau cara ngebenerin diri kan? Sekarang
mumpung kita masih dialam dunia, upayain semaksimal mungkin hidup kita ini.katanya
mau masuk syurga?! Buang jauh jauh rasa males, putus asa, dan macem macem
alamat alamat kemaksiatan. Sadarkan kembali bahwa waktumu itu amat singkat.
Banyak lah berjuang, berusaha, belajar, mendengar dan taat. Karena dunia itu
tempat berjuang sob, ingat! Waktu kita berisirahat itu saat kaki kita berhasil
menginjak tanah syurga.
*referensi: fawaaidul fawaaid karya ibnul qoyyim al jauziyyah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar