Senin, 12 Mei 2014

Perbaiki Keadaanmu!




Inget gak sob waktu TK dulu pernah ditanya “Anak anak, siapa yang mau masuk surga?” pasti kamu sama temen temen jawab “sayaa paak!” ooh.. so pasti banget kan, aku juga jawab kaya gitu kale. Pasti sekarang jawaban kamu nggak bakal berubah kan?? Yapp! Semua pasti mau kan menatap sang Rabb, dan gerasain semua kenikmatan disyurga sana, Hmm.. tunggu! perbaiki dulu kedaanmu!
1.  Perbaiki masa lalu dan masa depan
Yuk mari masuk ke syurga Darussalam untuk menghadap Allah dan berada di sisi-Nya tanpa susah susah. Bahkan kita dapat menuju negri itu melalui jalan yang paling dekat dan yang paling mudah. Caranya? Lirik masa lalu mu, perbaiki masa itu! Kita pasti punya dosa kan dulu, apalagi dibilang ABG “Anak Bandel Gakketulungan” eh, iya kan? Perbaiki masa itu dengan tobat, penyesalan dan istigfar. Itu gak berat kan? Ya, itu yang dimaksud sama perbaikan di masa lalu. Trus masa depan? Ini penting banget sob, masa depan bisa diperbaiki dengan mencegah diri dari dosa dan jangan lupa mengokohkan niatmu untuk meninggalkannya. Tekad inilah yang membuat badan, hati, dan batinmu merasa takut saat ngelakuin dosa.

2.  Awas! pedang itu tajam
Bertaubat dan mencegah diri dari dosa memang hal yang nggak ngebuat badan kita capek kan? Tapi ada sesatu yang berlalu amat cepat serta menghujam tajam kearah kita. Tau apa itu? Itu adalah usia sob, itu adalah waktu yang ada diantara masa lalu kita dan masa yang akan mendatang. Kita suka gak ngerasa ya, kalau udah banyak menyia nyiakan waktu. Itu tanda dari kita ngebiarin keselamatan dan kebahagiaan diri kita hilang begitu saja. Apalagi kita yang lagi ngejalanin masa remaja. Harusnya kita manfaatin waktu keburu kita tua, eh.. ini malah seenaknya, contoh aja kamu sering ditegoran sama guru gara gara sering ngeliat kamu tidur waku dikelas pas  guru lagi nerangin, plus plus ditegor sama mama papa gara gara cuma bisa ngabisin waktu buat ngenet and ngenet. Waktu muda emang sering terlalaikan, penyesalan itu datangnya sebentar lagi lho, belum tentu kita punya umur panjang dan bisa kita perbaiki di masa yang akan datang. Coba aja kalau usia kita sebentar lagi, kita kan gak pernah tau kapan ajal itu datang. Sia sia banget waktu emas kita sob!
Ada pepatah “waktu itu bagaikan pedang jika kamu tidak lihai menggunakannya maka ia aka membunuhmu.” Hayoo harus pinter pinter nih. Jangan sampe waktu iu malah menebas kita. Sebenernya simple aja sih, ngejaga waktu  berarti mengharuskan diri kamu ngelakuin sesuatu yang lebih baik, lebih bermanfaat, lebih banyak ngasih manfaat kesemua terutama manfaat buat diri kamu.

3.  Bawalah bekal menuju alam kekal
Kondisi manusia memang berbeda beda dalam menyikapi hari hari kehidupannya. Sebenarnya kamu telah menyiapkan bekal bekal itu. Apa bekal itu? Ia adalah hari hari mu. Pilhanmu hanya tertuju pada dua bekal. Bekal untuk menuju ampunan dan kasihsayang sang Rabb atau menuju kemarahan-Nya. Yap! Bekal yang mengantarkan mu ke syurga atau yang malah mengantarkanmu ke neraka.
Jadi kalau kamu memanfaatkan hari harimu sebagai bentuk jalan menuju Rabb, maka kamu akan dapat kebahagiaan dan kemenangan yang besar dimasa singkat ini. Masa yang tidak seberapa dibandingkan dibanding kehidupan yang abadi kelak. Kalau kamu ngutamain nafsu syahwat, kesenangan, kelalaian, dan permainan, maka hari hari itu maka akan cepat meninggalkanmu. Bahkan, kepedihan dan penderitan Karena mengikuti hawa nafsu itu melebihi penderitaan pada saat kamu bersabar menjauhi hal hal yang diharamkan Allah, melebihi kesabaran dalam mengerjakan ketaatan kepada Allah, bahkan melebihi kesabaran dalam menolak hawa nafsu untuk meraih kesenangan duniawi.

Udah tau cara ngebenerin diri kan? Sekarang mumpung kita masih dialam dunia, upayain semaksimal mungkin hidup kita ini.katanya mau masuk syurga?! Buang jauh jauh rasa males, putus asa, dan macem macem alamat alamat kemaksiatan. Sadarkan kembali bahwa waktumu itu amat singkat. Banyak lah berjuang, berusaha, belajar, mendengar dan taat. Karena dunia itu tempat berjuang sob, ingat! Waktu kita berisirahat itu saat kaki kita berhasil menginjak tanah syurga.
           


                                                          *referensi: fawaaidul fawaaid karya ibnul qoyyim al jauziyyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About