Jumat, 30 Mei 2014

Tugas B.indo (Globalisasi)



  Tema: DampakGlobalisasidan Cara Menanggapinya




Tempat: PerjalananMenujuPondokPesantrenHidayatunnajah
Tanggal: Jumat, 03 April 2014
NamaKelompok:Kiky Lestari, Sarah Aryani, Vivia Riani



Kata Pengantar
            Puji syukur marilah kita panjatkankepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas Rahmat dan Karunia-Nya yang telah memberikan kami kesempatan untuk membuat dan menyelesaikan karya ilmiah ini. Shalawat serta salam selalu tercurah pada bimbingan kami,Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam. Ucapan bahagia serta terimakasih kami ucapkan kepada:
1.         Ustadzah Kokom Komariyah sebagai guru pembimbing 
2.         Teman-teman kelas 11 yang telah banyak mendukung kami 
3.         Tim pembuatan karya ilmiyah ini 



Pendahuluan
A. Latar Belakang
Zaman globalisasi saat ini banyak faktorpengaruh yang mempengaruhi remaja. Ada pengaruh yang positif ada juga pengaruh yang negatif. Sebagai remaja yang baik kita harus memanfaatkan alat-alat / teknologi yang sudah canggih sehingga mampu menguasainya.
Indonesia adalah negara yang masyarakatnya mempunyai etika yang baik. Tapi saat ini banyak sekali remaja yang tidak sopandan tidak menghormati orang yang lebih tua darinya. Mungkin itu adalah pengaruh negatif dari globalisasi. Hal itu menyebabkan pergaulan bebas, narkoba, dll. Hal-hal itulah yang harus kita hindari.
            Dampaknya bukan hanya pada pribadi, tapi pada masyarakat umum. Alat-alat canggih dan semacamnya selain merupakan kemajuan teknologi juga berdampak negatif. Bagaimana kita menanggapi ini semua? Apa yang harus diajarkan agar kita bisa terhindar dari bahayanya?
Kami disini bertujuan untuk meluruskan hal itu. Kami akan menuturkan apa itu globalisasi, dampak negatif dan positif pengaruh globalisasi menurut penelitian.

B. Rumusan Masalah
            “Apayang dimaksuddenganglobalisasidanbagaimanacaramenanggapidampakdariglobalisasi?”

C. Tujuan Penelitian
1.    Untuk mengetahui dampak globalisasi
2.    Untuk mengetahui cara menanggapinya
3.    Untuk mengetahui cara agar terhindar dari bahaya dampak globalisasi

D. Metode Penelitian
1.    Mencari di internet
2.    Diskusi

KajianIlmiah

Ada beberapa definisi global yang dikemukakan oleh beberapa orang sebagai berikut:

A.    Malcom Waters, seorang Professor Sosiologi dari Universitas Tasmania, berpendapat, “Globalisasi adalah sebuah proses sosial yang berakibat pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya menjadi kurang penting yang terjelma di dalam kesadaran orang.”
B.    Emanuel Richter, Guru Besar pada Ilmu Politik Universtas Aashen, Jerman, berpendapatbahwa,“Globalisasi adalah jaringan kerja global secara bersamaan yang menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar-pencar dan terisolasi kedalam saling ketergantungan dan persatuan dunia.”
C.    Princenton NLyman, mantan Duta Besar ASdi Afrika Selatan, berpendapat bahwa,“Globalisasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat atas saling ketergantungan dan hubungan antara negara-negara di dunia dalam hal perdagangan dan keuangan.”
D.    Selo Soemardjan, Bapak Sosiologi Indonesia, berpendapat bahwa,“Globalisasi adalah terbentuknya organisasi dan komunikasi antara masyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama.”
E.     Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,“Globalisasi yaitu proses masuknya ke ruang lingkup dunia.”



Pembahasan

A.    PengertianGlobalisasi
Berdasarkankajianilmiahdiatas, Globalisasiadalah proses sosial yang membentukinteraksi yang kuatantarmasyarakatdiduniadalambidangkomunikasidanbudayasehinggamembantudalamhubunganantarnegara, baikitupolitik, keuangan, perdagangan, life style, dan lain-lain dengan kemajuan teknologi yang sangatcepat.
Globalisasi adalah proses penyebaran unsur-unsur baru khususnya yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak dan elektronik.
Kata globalisasi diambil dari kata ‘global’ yang maknanya ‘universal’. Globalisasi belum memiliki definisi atau pengertian yang pasti kecuali sekedar definisi kerjasehingga maknanya tergantung pada sudut pandang orang yang melihatnya.

B.    Proses TerjadinyaGlobalisasi

Terjadinya globalisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
  • Meningkatnya perdagangan nasional
  • Kemajuan komunikasi,informasi dan transportasi
  • Meningkatnya sektor pariwisata
  • Adanya migrasi internasional
  • Kerjasama antarnegara
  • Pengaruh media massa
Banyak sejarawan yang menyebut globalisasi sebagai fenomena di abad ke-20 ini dapat dihubungkan dengan bangkitnya ekonomi internasional. Padahal interaksi antarbangsa di dunia telah ada selama berabad-abad. Bila ditelusuri, benih-benih globalisasi telah tumbuh ketika manusia mulai mengenal perdagangan antarnegeri sekitar tahun 1000 dan 1500 SM. Saat itu, para pedagang dari Cina dan India mulai menelusuri negeri lain baik melalu jalan darat(jalan sutera) maupun jalan laut untuk berdagang.
Fase selanjutnya ditandai dengan dominasi perdagangan kaum muslim di kawasan Asia danAfrika. Kaum muslim membentuk jaringan perdagangan yang antara lain meliputi Cina, Jepang, Vietnam, Indonesia, Malaka, India, Persia, Pantai Afrika Timur, Laut Tengah, Venesia, dan Genoa.Disamping membentuk jaringan dagang, kaum pedagang muslim juga menyebarkan nilai-nilai agamanya, nama-nama, abjad, arsitek,nilai sosial dan budaya arab ke warga dunia.
Fase selanjutnya di tandai dengan eksplorasi dunia secara besar-besaran oleh Bangsa Eropa. Spanyol, Portugis, Inggris, dan Belanda adalah pelopor eksplorasi-eksplorasi ini. Hal lain didukung pula dengan terjadinya revolusi industri yang meningkatkan keterkaitan antarbangsa dunia. Berbagai teknologi mulai ditemukan dan menjadi dasar perkembangan teknologi saat ini, seperti komputer dan internet. Pada saat itu, berkembang pula kolonialisasi yang membawa pengaruh besar terhadap difusi(penyebaran) antar kebudayaan dunia.
Semakin berkembangnya industri dan kebutuhan akan bahan baku serta pasar juga memunculkan berbagai Perusahaan Multinasional di dunia. Di Indonesia misalnya, sejak diberlakukannya politik pintu terbuka, perusahaan-perusahaan di Eropa membuka berbagai cabangnya di Indonesia. Freeport dan Exxon dari Amerika Serikat, Unilever dari Belanda, British Petroleum dari Inggris adalah beberapa contohnya. Perusahaan Multinasional seperti ini tetap menjadi ikon globalisasi hingga saat ini.
Fase selanjutnya terus berjalan dan mendapat momentumnya ketika perang dingin berakhir dan komunisme di dunia runtuh. Runtuhnya komunisme seakan memberi pembenaran bahwa kapitalism adalah jalan terbaik dalam mewujudkan kesejahteraan dunia. Implikasinya, negara-negara di dunia mulai menyediakan diri sebagai pasar yang bebas. Hal ini didukung pula dengan perkembangan teknologi komunikasi dan transportasi. Alhasil, sekat-sekat antar negara pun mulai kabur.

C.   DampakGlobalisasi

C.1. Dampak Positif
Beberapadampakpositifdariglobalisasi, antara lain:
1.    Perubahan tata nilai dan sikap
Adanya modernisasi dan globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang semua irasional menjadi rasional.
2.    Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dengan berkembangnya ilmu Pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju.
3.    Tingkat kehidupan yang lebih baik
Dibukanya industri yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih merupakan salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

C.2. Dampak negatif
beberapadampaknegatifdariglobalisasi, antara lain:
1.    Pola hidup konsumtif
Perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. Dengan begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.
2.    Sikap individualistik
Masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah makhluk sosial.
3.    Gaya hidup kebarat-baratan
Tidak semua budaya barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan bebas remaja, dan lain-lain.
4.    Kesenjangan sosial
Apabila dalam suatu komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti arus modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam jurang pemisah antara individu dengan individu lain yang stagnan. Hal ini menimbulkan kesenjangan sosial.

D.   Menanggapi Dampak Globalisasi
Untuk mengatasi globalisasi juga dapat dilakukan dengan menumbuhkan kembali rasa nasionalisme bangsa agar masyarakat dapat mencintai negaranya. Langkah-langkah dapat dilakukan antara lain yaitu:
  1. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri.
  2. Menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai pancasila.
  3. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama.
  4. Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar-benarnya dan seadil-adilnya.
  5. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.

Dalam bidang teknologi dan informasi, langkah yang dapat ditempuh adalah dengan menyaring informasi yang baik dan bermanfaat. Selain itu juga diperlukan adanya pengawasan dari semua pihak agar informasi yang beredar di masyarakat tidak membawa dampak negatif terutama untuk kalangan muda. Masyarakat juga harus berusaha mengikuti perkembangan iptek agar tidak tertinggal dari negara lain dan tidak mudah dibodohi oleh informasi-informasi yang masuk dari luar.
Untuk mengurangi sikap konsumtif, hendaknya setiap orang mempunyai kesadaran untuk tidak bergaya hidup yang bermewah-mewahan atau dapat dilakukan dengan membeli barang yang harganya lebih terjangkau namun mempunyai kualitas yang tidak jauh berbeda seperti produk-produk dalam negeri. Hal ini juga berkaitan dengan bidang ekonomi. Untuk mengurangi globalisasi dapat dilakukan dengan meningkatkan produksi dan kualitas produk dalam negeri agar dapat bersaing dengan produk luar. Promosi produk lokal melalui berbagai media massa juga dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang produk dalam negeri dan menarik konsumen untuk beralih pada produk lokal.
Masalah-masalah pencemaran lingkungan yang lebih parah juga dapat dihindari dengan berbagai macam cara antara lain dengan mengurangi penggunaan bahan-bahan yang berbahaya untuk lingkungan, membuat alat filter pada cerobong-cerobong asap, membuat tempat pembuangan dan pengolahan limbah serta meregenerasi hutan sebagai alat filter alami.
Dalam bidang budaya, masyarakat harus selektif memilih budaya dari luar dengan mengambil kebudayan-kebudayaan yang sesuai dengan kebudayaan lokal. Budaya lokal juga harus diangkat kembali dengan mengadakan berbagai macam pameran, seminar, lomba-lomba kebudayaan, dan sebagainya. Kebudayaan yang diwariskan secara turun-temurun harus terus dilestarikan agar tidak ada bagian yang tertinggal. Untuk mendukung hal tersebut juga dapat dilakukan dengan menjaga tempat-tempat bersejarah, wisata budaya, wisata alam, dan berbagai hal yang berkaitan dengan adat istiadat daerah.
Dalam bidang pendidikan juga tidak jauh berbeda. Pendidikan tidak akan pernah luput dari komponen-komponen yang saling memiliki keterkaitan yaitu pendidik (guru), peserta didik (murid), orang tua (keluarga), dan lingkungan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh semua komponen tersebut dalam menghadapi globalisasi di dunia pendidikan. Pendidik (guru) mempunyai tugas utama untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik dijalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru adalah orang yang bertanggung jawab atas peningkatan moral pelajar dan kemerosotannya. Oleh karena itu, tugas guru tidak terbatas pada kegiatan mengajar tapi yang terpenting adalah mencetak karakter murid.
Dengan cara mendidik yang baik maka dapat terbentuk karakter murid yang baik dan kritis. Pembentukan karakter ini diperlukan agar murid dapat menanggapi dan menyaring pengaruh globalisasi dengan tepat. Hal tersebut juga dapat diperkuat dengan dukungan keluarga dan lingkungan sekitar. Kedua komponen ini harus lebih kuat menanamkan nilai-nilai dan norma-norma dalam masyarakat karena dengan penanaman tersebut anak akan lebih mempunyai sifat nasionalisme. Pengawasan juga harus dilakukan agar anak tidak terpengaruh oleh pihak luar dengan mudah.
Langkah-langkah di atas tidak dapat dilaksanakan jika tidak ada peran aktif dari semua komponen negara baik pemerintah maupun masyarakat. Untuk itu diperlukan kerjasama yang baik agar hasilnya dapat maksimal. Kerjasama itu tidak lepas dari persatuan dan kesatuan bangsa sehingga pancasila sebagai ideologi negara harus dihidupkan kembali.


Kesimpulan

Dari pembahasandiatas, dapat disimpulkan bahwa globalisasi adalah proses interaksi antar masyarakat didunia dengan bantuan teknologi yang sangat maju dizaman ini dalam bidang komunikasi dan budaya. Globalisasi memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positif yang paling menguntungkan bagi masyarakata dalah sangat membantu kehidupan sehari-hari. Sedangkan dampak negatif yang sangat merugikan adalah terjadinya kesenjangan sosial dan perubahan gaya hidup yang tidakbaik.
Cara mengatasinya yaitu dengan kesadaran dari pribadi masing-masing agar bisa memanfaatkan globalisasi dalam hal-hal yang baik dan selektif terhadap dampak dan pengaruh globalisasi.Pengawasan dari orang tua juga sangat dibutuhkan agar anak-anak tidak terkena dampak negatif dari globalisasi.


Penutupan

Demikianlah karya ilmiah yang bertemakan globalisasi ini kami sajikan kepada anda semua. Semoga pembaca bisa memahamiapa yang dimaksud dengan globalisasi, dampak-dampak globalisasi, dan bagaimana cara menanggapi dampak globalisasi.
Terimakasih atas perhatiannya~

Untukmu Yang Kucinta


Dari hati saudarimu untuk hatimu..

Teruntuk hati saudari saudariku sebagai pemimpin..
Aku teringat perkataan rosul kita, dan semua perkataannya adalah wahyu,
“Ya Allah, barang siapa yang memimpin suatu urusan dari urusan umatku, lalu ia menyulitkan mereka maka sulitkanlah ia, lalu siapa saja yang memimpin urusan umat, lalu ia berlaku lembut terhadap mereka, maka beremah lembutlah terhadapnya.” HR.Muslim, 3\1453, no.1828

Tentang pemimin yang lemah lembut.. kembali ke niat awal kita berada dalam area kepemimpinan ini, tengok kembali apa yang kita bentuk dari mulai pondasi sampai hasil cemerlang yang akan kita dapatkan kalau kita bener bener merhatiin hal ini, apa itu? Luruskan niat da’wah kita. Walau jalan yang kita tempuh masih teramat jauh, rambu rambu yang rosul jelaskan amat berarti untuk arah jalan kita selanjutnya. Salah satunya yang tertera pada hadist ini, lemah lembut dan penuh dengan kesabaran.

Lihat bagaimana dahulu rosul kita berda`wah, betapa lembut dan sabarnya rosul sobat, betapa sabar dan lembutnya rosul melayani ummatnya. Padahal saat itu angin angin jahiliyyah terus berhembus di tanah kelahirannya. Walhasil? Da`wah rosul sukses berat sampai sampai kita bisa menikmati da`wah nya hingga abad ke-21 ini, kita tinggal mensyukuri nikmat ini sob.. maka dari itu, da’wah akan sukses jika dipondasikan dengan keimanan, niat yang ikhlas, lemah lembut serta penuh dengan kesabaran.

Hal ke dua, pemimpin yang nyusahin. Disini kita harus gebedain bahasa nyusahin sama displin. Banyak yang ngelihat disiplin itu nyusahin, nyusahin itu yang selalu ngebuat orang lain keberatan untuk kepentingan dirinya sendiri. Kalo disiplin? Tepat situasi dan kondisi untuk kepentingan bersama apalagi untuk pribadi itu sendiri. So.. bagi para pemimpin, tempatkan sesuatu untuk kepentingan dan kebaikan bersama. Baik itu kepentingan santri, ma`had, dan dirimu. Lakukan program pelayanan dan kubur dalam dalam rasa egois kita. Dan jangan lupa untuk berlindung pada Allah dari menyusahkan orang lain..
 
Teruntuk hati saudari saudariku seluruh santri Annajiyah,
Yang akan selalu aku cintai karena Allah..
Teringat aku akan suatu ayat di kitabullah; “Dan tolong menolong lah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah,sesungguhnya Allah amat berat siksanya.” (Al-Maidah; 2)

Kenapa aku mencantumkan ayat ini? Tersirat makna yang penting didalamnya. Sebagai seorang muslim kita diharuskan membantu dan mendukung semua kebaikan berupa kebaikan meunaikan hak Allah maupun hak manusia yang dicintai dan diridhoi oleh Allah. Etss.. buka cuma itu, kita juga dilarang dengan ancama berupa adzab yang pedih kalau kia banyak maksiad dan seenaknya ngelaggar hal hal yang diharam oleh Allah..
Sekarang udah tau ilmunya kan? Mari kita terapkan!!

Sebagaimana yang telah aku ceritakan diatas, semua pengen kebaikan utuk sesama, ayo kita dukung hal hal positif yang mendorong kita jadi pribadi yang lebih baik dan juga kita sama sama perbaiki kesalahan kesalahan kita yang udah numpuk banyak banget tanpa kita sadari.

Oh ya, nasihat untuk seluruh saudariku, hidup memang bukan untuk mengeluh atau berpangku tangan. Hidup adalah untuk berbuat dan berbagi, oleh karena itu lakukan sesuatu dan berikanlah terbaik untuk orang orang yang kamu cintai, seperti kalian yang aku cintai karna Allah.. selalu jaga murua’h dan izzah mu, dan jadilah muslimah yang kuat dan tangguh. Karena muslim yang kuat lebih baik dan lebih dicinta Allah dari muslim yang lemah..

Uhibbukunna fillah.. <3
Image
~Artikel mading FORSAN
Kiky Roisah jami'yyatutthoolibah 

Senin, 12 Mei 2014

Renungan


           


 Kita, kita apa sih? Manusia tempatnya salah dan lupa. Gak ada diantara kita yang sempurna. Sombong sekali manusia yang mengatakan demikian, gak tau diri banget. Semua sepakat kan? Kebanyakan dari kita sombong. Menolak kebenaran dan merendahkan manusia. Yaa, tapi itulah kita MANUSIA.

Pernah aku berpikir, bagaimana keadaan kita nanti saat malaikat maut datang dan dengan takut dan sakitnya semua jiwa akan dicabut. Tinggallah segumpal daging busuk yang punya nama. Mayat!. Bangkai yang sebentar lagi habis dimakan tanah. Micro organism yang kecil tak terlihat dengan mata telanjang kini mampu mengalahkan sosok sombong yang tidak bedaya itu. Masihkah ada pada diri ini yang bisa disombongkan? Masihkah ada pada segumpal daging busuk ini merendahkan manusia lainnya? Masihkah ia menolak kebenaran padahal janji Allah itu nyata? Mungkin hanya air mata penyesalan kita yang bisa menjawab ini semua..

Pernah terlintas dalam benakku, gak ada seseorangpun didunia ini yang tidak mengecewakan. Kenapa aku berpikir seperti itu? Karena semua harapan yang kita gantungkan pada makhluq, hasilnya gak bakal sempurna dan semua berujung pada kekecewaan. Believe it or not? Aku gak perduli, aku sudah membuktikan. Dan silahkan buktikan sendiri jika kamu terlalu nekat dan berani.

Kamu tau puncak kepuasan? Puncak kepuasan itu disaat kamu melakuakan suatu pengorbanan dan kamu akan mendapatkan hasil yang nyata. Apa itu? Disaat kamu megkorbanan hidupmu dan menggantungkan segala sesuatu pada Sang pemilik kesempurnaan dan Sang pemilik syurga.Manusia gak akan pernah puas dengan nikmat yang Allah berikan padanya di dunia ini. Sedikit diantara mereka yang bersabar dan yang bersyukur. Memang kita gak akan pernah puas sampai kita jadi mayat nanti.

 Aku sudah katakan, puncak kepuasan itu saat kaki kita berhasil menginjak tanah syurga bukan? Tapi sudah pantaskah kita menginjak tanahnya dengan membawa angan angan dunia? Pantaskah kita  masuk ke syurga daarussalam dengan penuh dosa dan maksiad? Aku hanya berharap dan terus berdoa pada Rabb ku, agar kita dikumpulkan di syurganya nanti dengan penuh rahmat an ampunanNya kelak.. amiiin..


            Sadar? Peka`? Alhamdulillah..
            Sadar? Peka`? Alhamdulillah..

Perbaiki Keadaanmu!




Inget gak sob waktu TK dulu pernah ditanya “Anak anak, siapa yang mau masuk surga?” pasti kamu sama temen temen jawab “sayaa paak!” ooh.. so pasti banget kan, aku juga jawab kaya gitu kale. Pasti sekarang jawaban kamu nggak bakal berubah kan?? Yapp! Semua pasti mau kan menatap sang Rabb, dan gerasain semua kenikmatan disyurga sana, Hmm.. tunggu! perbaiki dulu kedaanmu!
1.  Perbaiki masa lalu dan masa depan
Yuk mari masuk ke syurga Darussalam untuk menghadap Allah dan berada di sisi-Nya tanpa susah susah. Bahkan kita dapat menuju negri itu melalui jalan yang paling dekat dan yang paling mudah. Caranya? Lirik masa lalu mu, perbaiki masa itu! Kita pasti punya dosa kan dulu, apalagi dibilang ABG “Anak Bandel Gakketulungan” eh, iya kan? Perbaiki masa itu dengan tobat, penyesalan dan istigfar. Itu gak berat kan? Ya, itu yang dimaksud sama perbaikan di masa lalu. Trus masa depan? Ini penting banget sob, masa depan bisa diperbaiki dengan mencegah diri dari dosa dan jangan lupa mengokohkan niatmu untuk meninggalkannya. Tekad inilah yang membuat badan, hati, dan batinmu merasa takut saat ngelakuin dosa.

2.  Awas! pedang itu tajam
Bertaubat dan mencegah diri dari dosa memang hal yang nggak ngebuat badan kita capek kan? Tapi ada sesatu yang berlalu amat cepat serta menghujam tajam kearah kita. Tau apa itu? Itu adalah usia sob, itu adalah waktu yang ada diantara masa lalu kita dan masa yang akan mendatang. Kita suka gak ngerasa ya, kalau udah banyak menyia nyiakan waktu. Itu tanda dari kita ngebiarin keselamatan dan kebahagiaan diri kita hilang begitu saja. Apalagi kita yang lagi ngejalanin masa remaja. Harusnya kita manfaatin waktu keburu kita tua, eh.. ini malah seenaknya, contoh aja kamu sering ditegoran sama guru gara gara sering ngeliat kamu tidur waku dikelas pas  guru lagi nerangin, plus plus ditegor sama mama papa gara gara cuma bisa ngabisin waktu buat ngenet and ngenet. Waktu muda emang sering terlalaikan, penyesalan itu datangnya sebentar lagi lho, belum tentu kita punya umur panjang dan bisa kita perbaiki di masa yang akan datang. Coba aja kalau usia kita sebentar lagi, kita kan gak pernah tau kapan ajal itu datang. Sia sia banget waktu emas kita sob!
Ada pepatah “waktu itu bagaikan pedang jika kamu tidak lihai menggunakannya maka ia aka membunuhmu.” Hayoo harus pinter pinter nih. Jangan sampe waktu iu malah menebas kita. Sebenernya simple aja sih, ngejaga waktu  berarti mengharuskan diri kamu ngelakuin sesuatu yang lebih baik, lebih bermanfaat, lebih banyak ngasih manfaat kesemua terutama manfaat buat diri kamu.

3.  Bawalah bekal menuju alam kekal
Kondisi manusia memang berbeda beda dalam menyikapi hari hari kehidupannya. Sebenarnya kamu telah menyiapkan bekal bekal itu. Apa bekal itu? Ia adalah hari hari mu. Pilhanmu hanya tertuju pada dua bekal. Bekal untuk menuju ampunan dan kasihsayang sang Rabb atau menuju kemarahan-Nya. Yap! Bekal yang mengantarkan mu ke syurga atau yang malah mengantarkanmu ke neraka.
Jadi kalau kamu memanfaatkan hari harimu sebagai bentuk jalan menuju Rabb, maka kamu akan dapat kebahagiaan dan kemenangan yang besar dimasa singkat ini. Masa yang tidak seberapa dibandingkan dibanding kehidupan yang abadi kelak. Kalau kamu ngutamain nafsu syahwat, kesenangan, kelalaian, dan permainan, maka hari hari itu maka akan cepat meninggalkanmu. Bahkan, kepedihan dan penderitan Karena mengikuti hawa nafsu itu melebihi penderitaan pada saat kamu bersabar menjauhi hal hal yang diharamkan Allah, melebihi kesabaran dalam mengerjakan ketaatan kepada Allah, bahkan melebihi kesabaran dalam menolak hawa nafsu untuk meraih kesenangan duniawi.

Udah tau cara ngebenerin diri kan? Sekarang mumpung kita masih dialam dunia, upayain semaksimal mungkin hidup kita ini.katanya mau masuk syurga?! Buang jauh jauh rasa males, putus asa, dan macem macem alamat alamat kemaksiatan. Sadarkan kembali bahwa waktumu itu amat singkat. Banyak lah berjuang, berusaha, belajar, mendengar dan taat. Karena dunia itu tempat berjuang sob, ingat! Waktu kita berisirahat itu saat kaki kita berhasil menginjak tanah syurga.
           


                                                          *referensi: fawaaidul fawaaid karya ibnul qoyyim al jauziyyah

About