The Little story .. about my friends who always be patient ..
Baarokallahu fiiki :)
Dia, sebut aja namanya fulanah. Dia adalah kelompok rohis sekolahku, di asrama biasa dibilang qism ta’lim. Ya, aku mengenal dia dengan dekat terlebih aku ketua osis. Aku mengamati kerja dia yang cukup berat dan membutuhkan kesabaran. Kamu tau bagaimana tugas qism ta’lim? Berat menurutku. Membangunkan anak anak, slalu stand by di masjid dan menghukum anak anak yang telat, menyusun angenda keseharian di masjid dan sebagian kegiatan kepanitian osis , gak Cuma itu, mereka harus bertanggung jawab atas kelalaian anak santri klo masjid sepi dihadapan ustad. Wow bgt kan?! Aku juga nolak klo di suruh jadi rohis.. aku lihat fulanah sebagai sosok yang sabar. Kadang santri lain tidak peduli dengan penggilannya. Padahal kalau kamu kenal dia lebih dekat. Dia adalah sosok anak yang cerdas. Dia kadang mengadu padaku, karena aku ketua osis aku harus selalu tersedia untuk menerima laporan dari setiap anggotaku.
Malam itu..
Fulanah dating kepadaku dan mengadukan tentang suatu kelas
yang sering melanggar. Dia tampak begitu tabah walau dengan kata lain dia juga
sering dibully oleh mereka. Aku menenangkannya dan berjanji untuk
memanggil beberapa anak yang bersangkutan masalah dengannya malam ini juga. Singkat
cerita masalahpun selesai. Aku menjatuhkan sangsi pada mereka untuk membantu
tugas rohis selama 1 bulan. Berat? Itu agar mereka merasakan apa yang temanku
rasakan. Qodarullah wamasyaa faa’la.. mereka menjalankan tugas hukuman hanya
beberapa hari, mungkin 3 atau kurang dari itu. Tidak 1bulan mereka kembali
melakukan hal yang sama.
Temanku, sosok yang tegar itu kemudian mengadukan mereka
kembali pada ku. Apa yang harus kita lakukan? Tanggung jawab kita di osis ini
adalah menjalankan roda kesantrian mereka di asrama. Dia sadar akan hal itu dan
sangat sedih melihat penurunan kualitas ibadah para santri. Bagaimana nanti
jika kita dibangkitkan dipadang mahsyar dan menghadap Allah dengan tanggung
jawab yang kita lalaikan ini? Ingin aku meneteskan air mata. Aku berkata
padanya “ Yang penting kita udah ngejalanin tugas fulanah, soal mereka nurut
ato ngga itu urusan mereka sama Allah. Kita berusaha menjadi uswatunhasanah aja
sekarang. Sabar.” Sebenarnya kata2 itu sering aku selipkan setiap rapat osis.
Memang bukan itu saja yang menimpa dia. Banyak masalah lagi
yang tiba tiba datang. Aku teringat kata kata temanku yang lain “ Inget omongan
ana! Orang yang dia menegakkan kebenaran (Al-Qura’n dan assunnah) kemudian orang
disekitarnya memusuhinya tapi dia terus istiqomah dan bersabar karena Allah, maka
Allah akan memberikan dia kesuksesan didunia, terlebih Allah akan memberikan
tempat yang mulia di syurgaNya.” Kata kata
ini terus mengiang ngian di telingaku, dan menjadi kan motivasi ku untuk
bersabar dan menasehati dalam kesabaran.
Aku sudah katakan dia anak yang cerdas. Tapi orang
menganggap dia seperti anak kecil saja. Sampai fulanah berkata “Apa ana harus
jadi galak aja ya ki? Biar mereka pada segan? Tapi gimana? Ana pernah nyoba
tapi mereka tetep aja ngangep ana kaya gak ada. Padahal ana juga kaka kelas
mereka.” Kadang aku juga berpikir. Kedepannya si fulanah ini insyaAllah jadi
orang sukses karena Akhlaqnya yang baik, kesabaran dan keikhlasannya dalam
menjalankan tugas.
Gak lama setelah itu, Allah menyegerakan sebagian kesuksesan
itu didunia. Dia, fulanah ikut dalam suatu lomba. Disaat yang lain
senggunjingnya, tidak ada tanggapan yang ia lontarkan #bodo amat. Yang paling Nampak
ya dia bersabar. Dia serius dalam lomba yang diaadakan di kabupaten pada waktu
itu. Kemudian Allah memberinya kemudahan dengan menjadikannya juara 1 di
kabupaten dan mewakili kabupaten dalam melanjutkan lombanya ke provinsi. Alhamdulillah..
dia membawa nama sekolah dan kabupaten menjadi juara ke 3 lomba tingkat provinsi. Bukan Cuma itu, dia kembali ikut lomba hafalan qur’an 8 juz
dan dia menempati juara 1.
Aku yakin, akhlaq yang baik, kesabaran, dan keikhlasan akan
membuahkan kesuksesan didunia, terlebih Allah akan memberikan tempat yang mulia
nanti di syurgaNya. Sobat pembaca.. aku harap kalian bisa merenungi kisahku
ini. Tetap semangat dan sabar dijalan da’wah yaa!!!!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar