Minggu, 13 Juli 2014

She who always patient


The Little story .. about my friends who always be patient ..
Baarokallahu fiiki :)


Dia, sebut  aja namanya fulanah. Dia adalah kelompok rohis sekolahku, di asrama biasa dibilang qism ta’lim. Ya, aku mengenal dia dengan dekat terlebih aku ketua osis. Aku mengamati kerja dia yang cukup berat dan membutuhkan kesabaran. Kamu tau bagaimana tugas qism ta’lim? Berat menurutku. Membangunkan anak anak, slalu stand by di masjid dan menghukum anak anak yang telat, menyusun angenda keseharian di masjid dan sebagian kegiatan kepanitian osis , gak Cuma itu, mereka harus bertanggung jawab atas kelalaian anak santri klo masjid sepi dihadapan ustad. Wow bgt kan?! Aku juga nolak klo di suruh jadi rohis.. aku lihat fulanah sebagai sosok yang sabar. Kadang santri lain tidak peduli dengan penggilannya. Padahal kalau kamu kenal dia lebih dekat. Dia adalah sosok anak yang cerdas. Dia kadang mengadu padaku, karena aku ketua osis aku harus selalu tersedia untuk menerima laporan dari setiap anggotaku.


Malam itu..

Fulanah dating kepadaku dan mengadukan tentang suatu kelas yang sering melanggar. Dia tampak begitu tabah walau dengan kata lain dia juga sering dibully oleh mereka. Aku menenangkannya dan berjanji untuk memanggil beberapa anak yang bersangkutan masalah dengannya malam ini juga. Singkat cerita masalahpun selesai. Aku menjatuhkan sangsi pada mereka untuk membantu tugas rohis selama 1 bulan. Berat? Itu agar mereka merasakan apa yang temanku rasakan. Qodarullah wamasyaa faa’la.. mereka menjalankan tugas hukuman hanya beberapa hari, mungkin 3 atau kurang dari itu. Tidak 1bulan mereka kembali melakukan hal yang sama.

Temanku, sosok yang tegar itu kemudian mengadukan mereka kembali pada ku. Apa yang harus kita lakukan? Tanggung jawab kita di osis ini adalah menjalankan roda kesantrian mereka di asrama. Dia sadar akan hal itu dan sangat sedih melihat penurunan kualitas ibadah para santri. Bagaimana nanti jika kita dibangkitkan dipadang mahsyar dan menghadap Allah dengan tanggung jawab yang kita lalaikan ini? Ingin aku meneteskan air mata. Aku berkata padanya “ Yang penting kita udah ngejalanin tugas fulanah, soal mereka nurut ato ngga itu urusan mereka sama Allah. Kita berusaha menjadi uswatunhasanah aja sekarang. Sabar.” Sebenarnya kata2 itu sering aku selipkan setiap rapat osis.
Memang bukan itu saja yang menimpa dia. Banyak masalah lagi yang tiba tiba datang. Aku teringat kata kata temanku yang lain “ Inget omongan ana! Orang yang dia menegakkan kebenaran (Al-Qura’n dan assunnah) kemudian orang disekitarnya memusuhinya tapi dia terus istiqomah dan bersabar karena Allah, maka Allah akan memberikan dia kesuksesan didunia, terlebih Allah akan memberikan tempat yang mulia di syurgaNya.”  Kata kata ini terus mengiang ngian di telingaku, dan menjadi kan motivasi ku untuk bersabar dan menasehati dalam kesabaran.

Aku sudah katakan dia anak yang cerdas. Tapi orang menganggap dia seperti anak kecil saja. Sampai fulanah berkata “Apa ana harus jadi galak aja ya ki? Biar mereka pada segan? Tapi gimana? Ana pernah nyoba tapi mereka tetep aja ngangep ana kaya gak ada. Padahal ana juga kaka kelas mereka.” Kadang aku juga berpikir. Kedepannya si fulanah ini insyaAllah jadi orang sukses karena Akhlaqnya yang baik, kesabaran dan keikhlasannya dalam menjalankan tugas.

Gak lama setelah itu, Allah menyegerakan sebagian kesuksesan itu didunia. Dia, fulanah ikut dalam suatu lomba. Disaat yang lain senggunjingnya, tidak ada tanggapan yang ia lontarkan #bodo amat. Yang paling Nampak ya dia bersabar. Dia serius dalam lomba yang diaadakan di kabupaten pada waktu itu. Kemudian Allah memberinya kemudahan dengan menjadikannya juara 1 di kabupaten dan mewakili kabupaten dalam melanjutkan lombanya ke provinsi. Alhamdulillah.. dia membawa nama sekolah dan kabupaten menjadi juara ke 3 lomba tingkat provinsi. Bukan Cuma itu, dia kembali ikut lomba hafalan qur’an 8 juz dan dia menempati juara 1.

Aku yakin, akhlaq yang baik, kesabaran, dan keikhlasan akan membuahkan kesuksesan didunia, terlebih Allah akan memberikan tempat yang mulia nanti di syurgaNya. Sobat pembaca.. aku harap kalian bisa merenungi kisahku ini. Tetap semangat dan sabar dijalan da’wah yaa!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About